Pantau - Pengamat transportasi Deddy Herlambang menilai usulan skema tarif berlangganan Transjakarta sebesar Rp200.000 per bulan yang diajukan Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) dapat menjadi solusi bagi masyarakat yang menggunakan layanan tersebut setiap hari, terutama di tengah rencana penyesuaian tarif reguler menjadi Rp5.000.
Deddy Herlambang menyatakan skema langganan tersebut dapat menjadi solusi atas selisih tarif ekonomis bagi pengguna harian apabila kenaikan tarif dinilai cukup membebani.
Ia mengungkapkan, “Ini adalah solusi gap tarif ekonomis bagi pengguna harian TJ bila memang tarif itu akan naik dinilai agak berat.”
Perhitungan Penghematan Biaya
Deddy Herlambang menjelaskan bahwa pengguna yang melakukan perjalanan pulang pergi setiap hari kerja akan mengeluarkan biaya sekitar Rp10.000 per hari apabila tarif Transjakarta menjadi Rp5.000 per perjalanan.
Dengan asumsi 25 hari kerja dalam satu bulan, total biaya transportasi pengguna mencapai sekitar Rp250.000.
Melalui tarif langganan Rp200.000 per bulan, pengguna diperkirakan dapat menghemat sekitar Rp50.000 setiap bulan.
Ia mengatakan, “Dengan harga berlangganan, tentunya tiap bulan akan lebih murah dibandingkan dengan tarif harian.”
Usulan DTKJ untuk Tarif Langganan
Sebelumnya, Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) Sugihardjo mengusulkan penerapan tarif langganan Transjakarta sebesar Rp200.000 per bulan agar ongkos pekerja yang menggunakan layanan tersebut setiap hari menjadi lebih terjangkau.
Ia mengatakan, “Kita mendorong tarif langganan, kan di luar negeri banyak tuh langganan.”
Usulan tersebut disampaikan bersamaan dengan rencana penyesuaian tarif reguler Transjakarta menjadi Rp5.000 yang berlaku untuk layanan Bus Rapid Transit (BRT), layanan non-BRT, serta layanan mikrotrans yang telah terintegrasi.
Sugihardjo menjelaskan bahwa perhitungan tarif langganan didasarkan pada asumsi pengguna melakukan perjalanan pulang pergi selama 25 hari kerja dalam satu bulan.
Ia mengungkapkan, “Jadi, kalau orang yang bekerja hitungannya sehari sebulan 25 hari kerja, itu tarifnya mestinya kalau Rp5.000 berangkat, Rp5.000 pulang, udah Rp10.000. Kan jadi kali 25 hari berapa? Rp250.000.”
Berdasarkan perhitungan tersebut, DTKJ mengusulkan pemberian diskon sebesar 20 persen sehingga tarif langganan yang diusulkan menjadi Rp200.000 per bulan dan memberikan potongan biaya bagi pengguna harian.