Tewaskan Lansia 81 Tahun, Penyebab Kebakaran 6 Rumah di Palmerah Diselidiki Polisi

Tewaskan Lansia 81 Tahun, Penyebab Kebakaran 6 Rumah di Palmerah Diselidiki Polisi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepolisian masih menyelidiki penyebab kebakaran yang menghanguskan enam rumah di Jalan Palmerah Utara III, Kelurahan Palmerah, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat.

Peristiwa tersebut menewaskan seorang warga lanjut usia (lansia) bernama Suratman (81).

Kapolsek Palmerah AKP Parman BM Nainggolan mengatakan, penyelidikan masih dilakukan oleh Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Palmerah.

"Penyebab kebakarannya itu adalah dalam proses penyelidikan Reskrim Polsek Palmerah," kata Parman kepada wartawan di lokasi kebakaran, Senin (6/7/2026).

Menurut Parman, sejumlah saksi telah dimintai keterangan untuk mengungkap penyebab kebakaran yang menewaskan Suratman.

"Mudah-mudahan secepatnya bisa membuat terang dari untuk terjadinya kebakaran ini," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Parman juga mengatakan pihak kepolisian memberikan bantuan kepada warga terdampak sekaligus mengingatkan pentingnya upaya pencegahan kebakaran di kawasan padat penduduk.

"Pasti kita akan sampaikan bagaimana kita melakukan upaya-upaya dini menjaga supaya tidak terjadi lagi kebakaran. Memang ini adalah yang padat penduduk untuk membuat instalasi listriknya lebih bagus kalau kita mau menghindari daerah konsolidasi listrik," ucap dia.

Sebelumnya, kebakaran yang terjadi pada Minggu (5/7/2026) sekitar pukul 18.00 WIB menghanguskan enam rumah yang dihuni tujuh kepala keluarga.

Salah seorang warga, Sugiana, menceritakan kepanikan warga saat api dengan cepat membesar dan merambat ke rumah-rumah yang sebagian besar berbahan kayu atau semi permanen.

"Proses pemadaman sampai kelar pemadam sekitar sampai jam 10 malam," kata Sugiana kepada Kompas.com saat ditemui di lokasi kebakaran, Senin.

Menurut Sugiana, saat kebakaran berlangsung terdengar suara ledakan lebih dari dua kali yang diduga berasal dari tabung gas.

Selain itu, kabel udara yang terbakar juga sempat mengeluarkan suara keras.

"Suaranya kenceng 'duar' gitu, orang sampai itunya kabelnya putus. Terus 'duar', di sana lagi 'duar'," kata Sugiana.

Warga sempat berupaya memadamkan api secara manual menggunakan ember.

Nikmati Fitur Lengkap KARIN dengan KOMPAS.com PLUS

Dapatkan lebih banyak kuota, pahami berita lebih cepat, dan gali konteks mendalam dari artikel KOMPAS.com.