KOMPAS.com - MilkLife Soccer Challenge (MLSC) All-Stars 2026 memunculkan 34 pemain terbaik sepak bola putri yang akan melakoni pentas internasional Singa Cup 2026.
Ajang sepak bola putri usia muda, MLSC All-Stars 2026, yang diikuti 12 tim asal kota penyelenggara berlangsung di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah pada 23-28 Juni.
All-Stars Kudus berhasil mempertahankan gelar kampiun setelah melakoni pertarungan sengit di final kontra All-Stars Jakarta dengan skor akhir 0-0 (4-3) lewat drama adu penalti.
Sementara itu, All-Stars Surabaya berhak menempati podium ketiga usai mengalahkan All-Stars Yogyakarta 1-0.
Sebagai bagian dari pembinaan berkelanjutan, Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife selaku pihak penyelenggara kembali memberikan kesempatan bagi atlet belia merasakan atmosfer kompetisi level internasional.
Setelah sukses mengirim dua tim ke JSSL Singapore 7's 2025 dan menjadi runner-up, tahun ini sebanyak 34 pemain terbaik MLSC All-Stars 2026 diterbangkan ke Singa Cup 2026 yang berlangsung pada 31 Oktober-7 November mendatang.
Singa Cup merupakan salah satu turnamen sepak bola bergengsi di Asia yang melibatkan talenta-talenta muda dari berbagai negara, termasuk beberapa perwakilan dari akademi sepak bola di Indonesia.
"MLSC All-Stars tidak berhenti di putaran nasional saja," ujar Project Director MLSC, Teddy Tjahjono, kepada awak media di Supersoccer Arena, Kudus, Minggu (28/6/2026).
"Kami membentuk dua tim yang berisi pemain terbaik hasil pantauan tim talent scouting untuk berlaga di Singa Cup 2026," jelasnya.
Berikan Pengalaman Internasional
Melalui kompetisi tersebut, para atlet diharapkan menjadi ajang akselerasi kemampuan, meningkatkan mental, dan menambah jam terbang di level internasional.
"Pengalaman itu bertujuan guna membentuk talenta yang lebih matang sebagai bagian dari regenerasi Timnas Indonesia Putri,” kata Teddy Tjahjono.
Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Jacksen F Tiago mengungkapkan, proses talent scouting tidak hanya berfokus pada talenta individu, tetapi juga pemahaman dan pengambilan keputusan di lapangan.
Meski masih berada di level Sekolah Dasar, para pemain sudah mampu tampil percaya diri dan menunjukkan kematangan permainan, melampaui kelompok usianya.
Menurutnya, aspek tersebut menjadi bekal penting membentuk tim untuk bersaing di level internasional.
“Kami mencari pemain yang punya potensi dari aspek intelegensi. Mereka harus bisa beradaptasi cepat terhadap perubahan pola permainan, efektif, bisa mengatur tempo dan dinamis," ucap Jacksen Tiago.
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app