Game GTA 6 Berpotensi Diblokir di 8 Negara, Ini Sebabnya

Game GTA 6 Berpotensi Diblokir di 8 Negara, Ini Sebabnya

KOMPAS.com - Peluncuran game yang paling dinantikan tahun ini, Grand Theft Auto VI (GTA VI), tinggal menghitung waktu.

Namun, menjelang perilisannya, muncul laporan bahwa game terbaru besutan Rockstar Games tersebut kemungkinan tidak akan tersedia secara resmi di sejumlah negara.

Informasi ini pertama kali ramai dibahas setelah pengguna menemukan daftar negara yang tidak memenuhi syarat (ineligible) dalam halaman daftar pertanyaan yang sering ditanyakan (FAQ) layanan berlangganan GTA Plus di PlayStation Store.

Di laman itu, disebutkan pemain yang berhak mendapatkan benefit GTA Plus bersama pemesanan game hanya tersedia di beberapa negara saja, meliputi:

  • Bahrain
  • China
  • Kuwait
  • Lebanon
  • Oman
  • Qatar
  • Rusia
  • Taiwan

Meski FAQ tersebut membahas promo langganan GTA Plus, banyak pemain menduga daftar negara itu juga menjadi indikasi wilayah yang kemungkinan tidak akan mendapat distribusi resmi GTA 6 saat dirilis.

Ilustrasi laman FAQ PlayStation Store tentang GTA VI.
Ilustrasi laman FAQ PlayStation Store tentang GTA VI.

Belum ada informasi resmi

Hingga kini, Rockstar Games maupun Sony belum mengumumkan secara resmi bahwa GTA VI benar-benar diblokir atau dilarang dijual di negara-negara tersebut.

Karena itu, informasi di atas masih sebatas dugaan berdasarkan daftar wilayah yang muncul di halaman PlayStation Store terkait GTA Plys, bukan pengumuman resmi mengenai pelarangan penjualan game.

Namun jika pembatasan itu benar diterapkan, pemain di negara-negara tersebut kemungkinan akan kesulitan membeli GTA VI melalui toko resmi maupun retailer lokal.

Kendati demikian, bukan berarti game tersebut tidak bisa dimainkan sama sekali di negara yang telah diblokir.

Seperti kasus game lain yang mengalami pembatasan regional, pemain masih berpotensi memperoleh salinan fisik dari negara lain atau membeli versi digital menggunakan akun PlayStation yang terdaftar di wilayah yang didukung.

Diduga karena konten dewasa

Belum diketahui juga alasan pasti mengapa sejumlah negara tersebut masuk dalam daftar yang diduga tidak mendapat akses resmi GTA VI.

Game seri Grand Theft Auto sendiri sudah lama menuai kontroversi karena menghadirkan berbagai konten dewasa, mulai dari kekerasan, aktivitas kriminal, penggunaan alkohol dan narkoba, unsur seksual, hingga perjudian.

Beberapa negara di kawasan Timur Tengah dan Asia diketahui memiliki regulasi ketat terhadap produk hiburan yang mengandung unsur-unsur tersebut.

Dengan kata lain, tidak jarang game dengan rating dewasa dilarang beredar secara resmi, seperti apa yang ditawarkan GTA 6.

Rockstar juga pernah menghadapi kasus serupa pada 2019 ketika fitur Diamond Casino di GTA Online diblokir di sejumlah negara akibat aturan setempat mengenai perjudian, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari XiaomiToday.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat

Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app