Warga Karanganyar Kenalkan Gamelan Keramik dan Karawitan sampai Luar Negeri

Warga Karanganyar Kenalkan Gamelan Keramik dan Karawitan sampai Luar Negeri

KARANGANYAR, KOMPAS.com - Alunan gending terdengar di sanggar seni yang berada di perkampungan wilayah Dusun Katak Desa Gondangmanis Kecamatan Karangpandan Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah pada Senin (29/6/2026).

Berbeda dengan gamelan pada umumnya, alunan gending itu bersumber dari kepingan keramik dengan ukuran sedemikian rupa yang ditabuh oleh beberapa orang.

Pemilik sanggar, Sunarso (35), bersama beberapa anak tampak kompak menabuh beberapa instrumen gamelan dari keramik itu.

Di tangan laki-laki itu, keramik yang biasa digunakan untuk menutup lantai serta tembok bangunan justru digunakan sebagai instrumen berkesenian.

Di Sanggar Basita Art yang berdiri sejak 2019, Sunarso mengenalkan sekaligus melatih karawitan kepada warga baik itu anak-anak, remaja hingga orang tua.

Selain karawitan ada pula seni tari, perkusi hingga wayang.

Berbekal ilmu yang diperoleh dibangku perkuliahan, ayah satu anak itu terus berkesenian serta mengajarkan seni karawitan tidak hanya di beberapa daerah wilayah Jawa Tengah tapi juga hingga luar negeri.

Tanpa menghilangkan esensi dari seni karawitan, dia juga mengembangkan serta mengenalkan gamelan keramik.

Menurut Sunarso, gamelan keramik semula diciptakan sebagai media alternatif untuk belajar karawitan.

"Mengingat gamelan konvensional cost-nya sangat mahal, akhirnya saya membuat gamelan keramik ini supaya mudah, secara ekonomi murah," katanya kepada Kompas.com, Senin (29/6/2026).

Mulai membuat gamelan keramik pada 2019

Sunarso mulai membuat gamelan keramik pada 2019. Dari semula satu instrumen saja yakni saron, kini sudah ada instrumen lainnya yang menggunakan keramik seperti bonang barung, bonang penerus, saron, slentem, kempul, kenong hingga gong.

Dia menyesuaikan bunyi yang dihasilkan dari keramik yang ditabuh supaya menyerupai nada pada instrumen gamelan.

"Proses pembuatan kita hanya dipotong, jadi ketebalan benda itu atau keramik dan panjang, lebar keramik itu akan menentukan nadanya," jelasnya.

Dia menerangkan perlu kehati-hatian saat menabuh instrumen gamelan berbahan keramik itu.

Lanjutnya, memang kelemahan gamelan berbahan keramik ini mudah pecah apabila tidak hati-hati ketika menabuhnya. Kendati demikian ada kelebihan di balik kelemahan tersebut.