New York, Beritasatu.com – Harga emas dunia melonjak 4,4% dan mencapai level tertinggi dalam hampir tujuh pekan. Kenaikan tersebut menempatkan harga emas di jalur penguatan harian terbesar sejak Februari, didorong penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS dan meningkatnya harapan pembukaan kembali Selat Hormuz.
Mengutip Reuters, harga emas di pasar spot naik 4,4% menjadi US$ 4.256,85 per ons. Harga emas sempat menyentuh US$ 4.258,99 per ons troi, level tertinggi sejak 18 Juni 2026.
Harga emas juga berhasil menembus rata-rata pergerakan 50 hari yang kini menjadi level penopang di sekitar US$ 4.160 per ons troi. Sementara itu, harga emas berjangka AS untuk pengiriman Desember 2026 naik 4% menjadi US$ 4.317,40 per ons troi.
“Pelaku pasar yang lebih dahulu masuk kembali membeli logam mulia karena peluang kenaikan suku bunga telah menurun sejak pekan lalu. Dolar AS juga turun tajam sehingga membantu. Jeda konflik Iran juga membantu,” kata pedagang logam independen Tai Wong.
Dolar AS diperdagangkan mendekati level terendah dalam enam pekan terhadap sejumlah mata uang utama. Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun berada di sekitar level terendah dalam sepekan.
Kondisi tersebut terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan pemerintahannya telah melakukan “pembicaraan yang sangat baik” dengan Iran dalam negosiasi yang berlangsung sepanjang hari. Pernyataan tersebut meningkatkan harapan konflik yang telah berlangsung selama lima bulan mulai mendekati akhir.
Meski menguat tajam, harga emas masih turun 24% dari rekor tertinggi US$ 5.595 per ons troi yang dicapai pada Januari 2026. Harga emas juga masih turun 19% sejak konflik Iran dimulai, yang sebelumnya memicu kekhawatiran inflasi energi dan memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga.
World Gold Council mencatat permintaan emas dari bank sentral pada semester I 2026 merupakan yang terendah sejak 2022. Sementara itu, arus keluar dari produk exchange-traded fund (ETF) berbasis emas mencapai 45 ton pada kuartal II 2026.
Pada periode tersebut, harga emas mencatat penurunan kuartalan paling tajam sejak 2013, yakni sebesar 14%.
JPMorgan dalam catatannya menyebut, ketika pembelian bank sentral melemah, minat investor ritel beralih ke aset lain dan permintaan fisik di Asia tetap lesu. Sementara itu, permintaan ETF yang sensitif terhadap suku bunga kembali menjadi penggerak marginal harga emas.
“Logam mulia membutuhkan ekspektasi penurunan suku bunga agar dapat memperoleh momentum yang kuat. Namun, untuk saat ini, penurunan suku bunga baru menjadi cerita pada 2027, paling cepat,” kata Wong.
Harga Emas
Harga Emas Dunia
Emas Dunia
Sementara itu, harga perak di pasar spot turut menguat 4,9% menjadi US$ 62,44 per ons troi. Harga perak sempat menyentuh level tertinggi sejak 6 Juli 2026.
Harga platinum bergerak stabil di US$ 1.735,28 per ons troi, sedangkan paladium naik 1,6% menjadi US$ 1.374,75 per ons troi. Harga platinum dan paladium masing-masing sempat mencapai level tertinggi sejak 17 Juni dan 2 Juni 2026, didorong perkembangan perundingan damai Iran.
“Platinum dan paladium telah memperhitungkan berbagai tekanan sejak konflik dimulai, mulai dari kekhawatiran perlambatan produksi kendaraan, peningkatan pangsa pasar kendaraan listrik (EV), hingga potensi pertumbuhan daur ulang,” kata analis Standard Chartered Suki Cooper.
Cooper memperkirakan pasokan platinum akan mengalami defisit pada tahun ini. Sementara itu, pasar paladium diperkirakan beralih menuju surplus pada 2026.