Mengenal Data Center, Infrastruktur Penting yang Menopang Internet dan AI

Mengenal Data Center, Infrastruktur Penting yang Menopang Internet dan AI

KOMPAS.com – Data center atau pusat data kini semakin menjamur di berbagai penjuru dunia. Bangunan-bangunan besar tanpa jendela yang dulunya nyaris tidak terlihat ini kini menjadi salah satu infrastruktur paling banyak diperbincangkan.

Seiring meledaknya permintaan layanan cloud dan kecerdasan buatan (AI). Lantas, apa sebenarnya data center itu dan mengapa tiba-tiba ada di mana-mana?

Apa itu data center?

Data center adalah bangunan khusus yang menjalankan sejumlah besar komputer secara terus-menerus, andal, dan aman selama 24 jam penuh.

Di dalamnya terdapat server, perangkat penyimpanan, dan jaringan, dilengkapi sistem pendingin, cadangan daya, serta keamanan fisik untuk menjaga semua perangkat tetap beroperasi.

Ukurannya bisa sangat beragam, mulai dari ruangan server kecil hingga kompleks besar seluas beberapa stadion. 

Data center bukanlah hal baru karena perusahaan telah mengoperasikannya selama puluhan tahun untuk menjaga situs web, email, dan perangkat lunak bisnis tetap berjalan. 

Adapun yang berubah adalah ukuran dan fungsinya, seperti data center modern kini banyak dibangun untuk melatih dan menjalankan model AI, yang membutuhkan daya jauh lebih besar dan perangkat keras yang lebih khusus dibanding sebelumnya.

Apa yang dikerjakan data center?

Data center menyimpan data dan menjalankan perangkat lunak di balik layanan yang digunakan setiap hari. 

Saat seseorang menonton video streaming, mengirim email, melakukan pembayaran digital, mencadangkan foto, atau mengajukan pertanyaan ke AI, sebuah data center bekerja di balik layar dan mengirimkan hasilnya hampir secara instan.

Tugas utamanya mencakup menyimpan data, memprosesnya, dan memindahkannya melalui jaringan. 

Data center juga menjadi rumah bagi platform cloud yang disewa perusahaan, menjalankan sistem keamanan siber, hingga mendukung kerja-kerja senyap seperti basis data perusahaan.

Jenis-jenis data center

Secara umum, data center terbagi menjadi beberapa kategori berdasarkan kepemilikan, pengguna, dan skala operasinya.

Data center enterprise dibangun, dimiliki, dan dioperasikan oleh satu organisasi untuk keperluan internal, seperti bank, rumah sakit, atau lembaga pemerintah yang membutuhkan kontrol penuh atas data sensitif mereka.

Data center kolokasi menyewakan ruang, daya, dan sistem pendingin kepada banyak pelanggan yang membawa server mereka sendiri. Model ini cocok untuk perusahaan yang menginginkan fasilitas berkelas tanpa harus membangunnya sendiri.

Data center hyperscale adalah yang terbesar, dioperasikan oleh segelintir perusahaan teknologi raksasa seperti Amazon Web Services, Microsoft Azure, dan Google Cloud untuk melayani kebutuhan cloud dan AI dalam skala masif. Jenis inilah yang mendorong boom pembangunan data center saat ini.