Login Akun Google Kini Bisa Pakai Video Selfie, Indonesia Sudah Kebagian

Login Akun Google Kini Bisa Pakai Video Selfie, Indonesia Sudah Kebagian

KOMPAS.com - Google menambahkan metode baru untuk masuk (login) ke akun Google, yakni dengan menggunakan opsi video selfie.

Video selfie dapat digunakan sebagai opsi cadangan ketika pengguna tidak bisa mengakses ponsel atau komputer yang biasa mereka pakai sebagai metode login utama.

Misalnya, saat ponsel hilang atau tidak memiliki akses ke perangkat/komputer (PC) yang biasa dipakai. Nah video selfie ini melengkapi metode login yang sudah tersedia.

Berdasarkan pantauan KompasTekno pada Jumat (24/7/2026) pagi, opsi video selfie sudah tersedia di menu "Security & sign-in" pada akun Google yang digunakan.

Artinya, metode login dengan merekam wajah ini sudah dapat digunakan oleh pengguna di Indonesia yang akunnya telah kebagian fitur tersebut. 

Secara default, opsi video selfie hanya dipakai untuk membantu proses login. Namun, pengguna dapat memilih (opt-in) jika secara sukarela datanya digunakan untuk membantu meningkatkan metode verifikasi Google.

Pengguna juga bisa menghapus video selfie mereka kapan saja melalui pengaturan Google Account. Dengan begitu, pengguna tetap memiliki kendali atas data yang disimpan Google.

Cara mengaktifkan login video selfie

Ilustrasi proses pengaturan fitur login dengan video selfie di Google Account. Pengguna diminta menghadap kamera dan mengikuti beberapa gerakan kepala sebagai bagian dari proses verifikasi.
Ilustrasi proses pengaturan fitur login dengan video selfie di Google Account. Pengguna diminta menghadap kamera dan mengikuti beberapa gerakan kepala sebagai bagian dari proses verifikasi.

Untuk menggunakan fitur ini, pengguna harus mengaktifkannya terlebih dahulu melalui halaman My Account Google. 

Caranya, buka menu Security & sign-in, kemudian pada bagian How you sign in to Google, pilih Video selfie. Selanjutnya, klik Continue pada halaman "Add selfie for sign-in". 

Jika komputer (PC) yang digunakan memiliki kamera, proses perekaman dapat dilakukan langsung dari perangkat tersebut.

Namun jika tidak memiliki kamera, Google akan menampilkan kode QR yang bisa dipindai menggunakan ponsel untuk menyelesaikan proses pengaturan.

Selama proses perekaman, pengguna wajib melepas kacamata atau masker. Google juga menyarankan agar tidak ada orang lain agar proses verifikasi berjalan lebih optimal.

Saat merekam video, Google juga akan meminta pengguna melakukan beberapa gerakan kepala sederhana. Cara ini dilakukan untuk memastikan video direkam secara langsung (live). 

Google mengatakan fitur ini dibangun dengan mengutamakan privasi dan keamanan pengguna.

Perusahaan juga menerapkan berbagai lapisan perlindungan untuk mencegah upaya penyamaran identitas.

Perlindungan tersebut mencakup pencegahan penggunaan foto atau video palsu, termasuk video hasil manipulasi berbasis kecerdasan buatan (AI) atau deepfake. Google juga akan mendeteksi percobaan login yang dianggap mencurigakan.

Video selfie yang direkam pengguna pun, kata Google, disimpan dalam kondisi terenkripsi (encrypted at rest). Artinya, data tetap terlindungi meski sedang tidak digunakan, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari blog Google.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang