JAKARTA, KOMPAS.com - Isu pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di Tokopedia yang ramai diperbincangkan di media sosial pada awal Juli 2026, akhirnya berujung di meja pimpinan DPR RI.
Rumor yang menyebut ByteDance, pemilik mayoritas Tokopedia sekaligus induk usaha TikTok, memangkas hingga 90 persen karyawan Tokopedia dan hanya menyisakan sekitar 10 persen pekerja di Indonesia memicu perhatian luas.
Pemerintah melalui Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh pun langsung menyatakan, bakal turun tangan mendatangi perusahaan untuk meminta penjelasan.
Sementara DPR RI, justru langsung memanggil manajemen TikTok-Tokopedia untuk meminta penjelasan, sekaligus mempertemukannya dengan Kementerian Ketenagakerjaan.
Dari rangkaian proses tersebut, manajemen menegaskan bahwa tidak ada PHK massal sebagaimana rumor yang beredar.
Perusahaan menyebutkan, penyesuaian yang dilakukan adalah bagian dari penataan organisasi pasca-akuisisi Tokopedia oleh TikTok, disertai skema internal mobility dan paket kompensasi bagi sebagian pekerja.
Berawal dari restrukturisasi
Isu PHK massal mencuat di tengah restrukturisasi besar-besaran yang dilakukan ByteDance sebagai kelanjutan penyesuaian organisasi sejak mengakuisisi 75 persen saham Tokopedia pada awal 2024.
Media sosial kemudian diramaikan kabar bahwa perusahaan memangkas hingga 90 persen karyawan Tokopedia.
Menanggapi kabar tersebut, TikTok Indonesia membenarkan bahwa perusahaan tengah melakukan penyelarasan organisasi.
Namun, perusahaan tidak mengonfirmasi angka pemangkasan karyawan sebagaimana rumor yang beredar.
"Kami tengah menyelaraskan organisasi riset dan pengembangan (R&D) pada ranah yang dapat mendorong pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan bagi bisnis kami, komunitas kreator, dan penjual di platform kami," ujar juru bicara TikTok kepada KompasTekno.
Perusahaan mengakui keputusan tersebut bukan langkah yang mudah.
Di saat yang sama, TikTok memastikan komitmennya untuk tetap melanjutkan investasi di Indonesia.
"Ini bukan keputusan yang mudah, dan kami fokus untuk memberikan dukungan kepada rekan-rekan kami yang terdampak selama masa transisi ini," ucap juru bicara TikTok.
"Kami akan terus berinvestasi untuk menjadikan Tokopedia sebagai platform yang lebih baik bagi pengguna dan penjual kami, serta terus memberdayakan pelaku usaha lokal dalam membangun ekosistem e-commerce yang berkelanjutan di Indonesia," lanjut perusahaan.
Nikmati Fitur Lengkap KARIN dengan KOMPAS.com PLUS
Dapatkan lebih banyak kuota, pahami berita lebih cepat, dan gali konteks mendalam dari artikel KOMPAS.com.