Kasus Polisi Diduga Intimidasi Pedagang di Pasar Kramat Jati Berakhir Damai

Kasus Polisi Diduga Intimidasi Pedagang di Pasar Kramat Jati Berakhir Damai

JAKARTA, KOMPAS.com - Kasus perwira polisi Ipda Abdul Basit diduga intimidasi pedagang di Pasar Induk Kramat Jati, berakhir damai. 

Asisten Manajer Pasar Induk Kramat Jati, Fahrudin mengatakan pedagang dan oknum polisi tersebut sudah saling memaafkan.

Hal itu disampaikan Asisten Manajer Pasar Induk Kramat Jati, Fahrudin, setelah mempertemukan kedua belah pihak pada Jumat (3/7/2026).

"Saling memaafkan aja. Soalnya kan ini secara ini memang Pak Basit (Kapospol) juga mungkin emosional, si pedagang kalau saja sesuai aturan si pedagang tidak melewati batas itu, ya mungkin kejadian ini enggak terjadi," tutur Fahrudin saat ditemui di Pasar Induk Kramat Jati, Jumat (3/7/2026).

Menurut Fachrudin, Basit juga telah mengakui kesalahan karena terlalu emosi saat kejadian.

"Pak Basit juga mungkin mengakui kesalahan mungkin dia terlalu (emosi), kita enggak tahu emosionalnya itu tiba-tiba refleks aja gitu. Refleks aja dia berucap seperti itu karena divideoin tadi," ungkapnya.

Fahrudin menjelaskan, perselisihan antara pedagang dan Kapospol Pasar Induk Kramat Jati Basit karena kesalahpahaman.

Menurut dia, saat itu petugas keamanan pasar tengah melakukan patroli bersama Kapospol.

"Petugas keamanan yang memang tugasnya untuk penertiban untuk selasar, pada pagi itu mengajak Pak Basit nih, Kapospol, untuk pendampingan," jelas Fahrudin.

Saat patroli, petugas keamanan menemukan seorang pedagang yang berjualan melebihi batas lapak sehingga dilakukan peneguran.

Petugas kemudian meminta pedagang tersebut memundurkan barang dagangannya ke dalam lapak karena mengganggu akses pejalan kaki.

"Ditertibinlah sama sekuriti. Pada saat itu memang ada Pak Basit, Kapospol mendampingi. Jadi sebenarnya ya pendamping. Cuma karena ada yang pedagang yang sedikit tidak terima atau gimana karena dia ini, mungkin cara penyampaiannya sih," jelas Fahrudin.

Fahrudin juga memastikan penertiban tersebut merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap hari untuk menjaga ketertiban di area pasar.

"Pak Basit sebagai Kapospol mungkin melihat langsung reflek, karena ada video. Padahal memang itu udah kegiatan rutin dari petugas setiap harinya, setiap paginya. Untuk selasar itu agar rapi, agar kenyamanan pengunjung sama pedagang lalu lalang bisa lewat gitu," ungkapnya.

Sebelumnya, seorang pedagang di Pasar Induk Kramat Jati mengaku menjadi korban intimidasi oleh seorang oknum perwira polisi saat penertiban lapak, Rabu (1/7/2026).

Nikmati Fitur Lengkap KARIN dengan KOMPAS.com PLUS

Dapatkan lebih banyak kuota, pahami berita lebih cepat, dan gali konteks mendalam dari artikel KOMPAS.com.