LAMPUNG TIMUR, KOMPAS.com - Jembatan Perintis Garuda di Desa Kali Pasir, Kecamatan Way Bungur, Kabupaten Lampung Timur, yang sempat menjadi perhatian Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, pada Sabtu (18/7/2026) tinggal selangkah lagi untuk dimanfaatkan masyarakat.
Setelah bertahun-tahun masyarakat menanti akses penghubung yang layak, pembangunan jembatan tersebut kini telah mencapai 90 persen.
Pelat lantai jembatan telah dipasang dan pembangunan tanggul penyangga di kedua sisi juga telah rampung.
Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi mengatakan, progres pembangunan menunjukkan perkembangan yang signifikan dan ditargetkan selesai paling lambat pada akhir Juli atau awal Agustus 2026.
“Perkembangannya signifikan, paling lambat akhir Juli atau awal Agustus 2026 sudah selesai,” kata Kristomei saat menghadiri pemusnahan barang bukti narkoba di Polda Lampung, Rabu (29/7/2026).
Menurut Kristomei, jembatan tersebut nantinya dapat langsung digunakan masyarakat tanpa menunggu agenda peresmian.
“Tidak ada peresmian-peresmian, langsung bisa digunakan kalau nanti rampung,” ujar dia.
Jembatan Garuda Way Bungur menjadi salah satu proyek infrastruktur yang paling dinantikan warga Lampung Timur.
Sebab, keberadaannya akan membuka kembali akses yang selama ini menjadi kendala bagi masyarakat, mulai dari mobilitas harian hingga distribusi hasil pertanian.
Pada pertengahan Juli lalu, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka turut meninjau pembangunan jembatan tersebut.
Saat itu, Gibran meminta agar proses pembangunan dipercepat sehingga masyarakat tidak perlu lagi menunggu terlalu lama untuk mendapatkan akses yang lebih aman dan layak.
Pembangunan Jembatan Perintis Garuda dimulai sejak peletakan batu pertama pada 1 April 2026.
Dengan panjang mencapai 120 meter dan lebar dua meter, jembatan gantung ini dibangun sebagai solusi atas keterbatasan konektivitas yang telah berlangsung selama bertahun-tahun di wilayah tersebut.
Kristomei berharap, keberadaan jembatan nantinya tidak hanya mempermudah mobilitas warga, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat di Way Bungur dan wilayah sekitarnya.
“Kami berharap jembatan ini berdiri kokoh, langsung dimanfaatkan, dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat Lampung,” kata dia.
Selain Jembatan Garuda Way Bungur, Kodam XXI/Radin Inten mengerjakan puluhan jembatan lainnya melalui Program Jembatan Perintis Garuda di Provinsi Lampung sebagai upaya memperkuat konektivitas antardaerah dan membuka akses menuju pusat-pusat aktivitas masyarakat.
Bagi warga Desa Kali Pasir, rampungnya Jembatan Garuda bukan sekadar proyek pembangunan.
Jembatan itu menjadi penanda berakhirnya penantian panjang untuk memperoleh akses yang lebih aman setelah bertahun-tahun menghadapi keterbatasan infrastruktur.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang