Jakarta, Beritasatu.com - Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mencatat realisasi pembiayaan rumah bersubsidi melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) hingga akhir Juli 2026 telah menembus 111.537 unit atau sekitar 31,9% dari target 350.000 unit tahun ini, dengan total dana tersalurkan mencapai Rp 13,9 triliun dari alokasi anggaran Rp 40,1 triliun. Program yang difokuskan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) guna memangkas angka backlog perumahan sebesar 9,9 juta unit tersebut didominasi oleh kelompok pekerja swasta sebanyak 71.250 unit (63,9%), disusul wiraswasta 19.254 unit (17,3%), PNS/TNI/Polri 10.944 unit (9,8%), serta sektor lainnya sebesar 10.089 unit (9,0%). Guna mempercepat penyaluran serta meringankan cicilan masyarakat, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menegaskan komitmen pemerintah melalui kerja sama dengan 37 bank penyalur dan 11.893 pengembang, penyediaan skema tenor hingga 40 tahun, pembebasan BPHTB dan PBG, hingga pemangkasan uang muka (down payment) menjadi hanya 1% yang sudah mencakup asuransi.