KOMPAS.com - Pasar komputer personal (PC) global mencatat penurunan untuk pertama kalinya dalam dua tahun terakhir.
Berdasarkan laporan firma riset International Data Corporation (IDC) untuk kuartal II-2026, pengiriman PC global tercatat di angka 68,2 juta unit pada periode April-Juni 2026.
Angka ini turun 4,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year-on-year/YoY) yang mencapai 71,7 juta unit.
Menurut IDC, penurunan ini dipicu oleh krisis pasokan chip memori (RAM) yang masih berlangsung.
Kelangkaan memori membuat produsen PC kesulitan memperoleh komponen, sehingga pasokan perangkat ke pasar ikut berkurang.
Selain memori, pasokan komponen lain seperti media penyimpanan (storage) juga masih terbatas.
Situasi tersebut kemudian diperparah oleh berbagai ketidakpastian geopolitik, yang pada akhirnya ikut memengaruhi rantai pasok industri teknologi.
Meski turun, Research Director Consumer Devices IDC, Jitesh Urani menemukan hal yang cukup menarik di industri pasar PC global pada kuartal II-2026.
"Satu hal yang menarik adalah terjadi perbedaan antara jumlah unit yang terjual dan nilai penjualannya," kata Research Director Consumer Devices IDC, Jitesh Ubrani dalam blog resmi IDC di atas.
"Pengiriman PC memang turun, tetapi pendapatan vendor justru naik karena mereka berhasil menaikkan harga lebih cepat dibandingkan penurunan permintaan," imbuh Jitesh, tanpa menyebutkan berapa nilai kenaikan pendapatan yang diraup vendor PC.
IDC tidak mengungkap seberapa besar kenaikan pendapatan yang diraih vendor saat pengiriman PC justru lesu.
Belum mereda hingga 2028
IDC memperkirakan krisis memori belum akan mereda hingga awal 2028. Artinya, produsen PC diperkirakan masih akan menghadapi kenaikan biaya produksi dan harga perangkat dalam beberapa waktu ke depan.
IDC juga menilai pertumbuhan pasar PC akan melambat pada paruh kedua (enam bulan tearkhir) 2026.
Hal ini disebabkan oleh strategi menimbun stok komponen yang kemungkinan tak bisa lagi dilakukan vendor PC, lantaran harga komponen saat ini sudah melambung tinggi.
Pertumbuhan seperti ini, lanjut IDC, dikhawatirkan dapat memperlambat siklus pembaruan (upgrade) PC di kalangan konsumen maupun perusahaan.
IDC juga melihat krisis memori mendorong konsolidasi industri. Vendor besar dinilai lebih mudah mengamankan pasokan memori karena memiliki daya beli tinggi dan hubungan jangka panjang dengan pemasok.
"Seiring memburuknya kondisi pasar, kemampuan mengelola rantai pasok menjadi semakin penting," ujar Vice President Consumer Devices IDC, Jean Philippe Bouchard di keterangan yang sama.
"Vendor terbesar berada dalam posisi terbaik untuk merebut pangsa pasar dari pesaing yang lebih kecil," tambah Jean.
Apple tumbuh dua digit, Lenovo masih nomor satu
Lebih lanjut mengenai pasar PC global kuartal II-2026, meski secara keseluruhan turun, ada satu vendor PC yang mencatatkan kenaikan cukup signifikan, yaitu Apple.
IDC mencatat pengiriman Mac meningkat 10,1 persen menjadi 6,7 juta unit, sehingga pangsa pasarnya naik dari 8,5 persen menjadi 9,9 persen.
Kenaikan Apple ini, kata IDC, didorong oleh peluncuran laptop terbaru mereka yang menjadi termurah di seri Mac, yaitu MacBook Neo.
Kendati tumbuh, Apple berada di posisi keempat sebagai merek PC terlaris di dunia untuk kuartal II-2026 versi IDC.
Di posisi pertama masih ada Lenovo yang mencatatkan pengiriman hingga 16,6 juta unit di kuartal II-2026 dengan pangsa pasar 24,4 persen.
Selengkapnya, simak daftar lima vendor PC terlaris di kuartal II-2026, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari IDC.
| Peringkat | Merek PC | Pengiriman Kuartal II-2025 (juta unit) | Pangsa Pasar Kuartal II-2025 (persen) | PengirimanKuartal II-2026 (juta unit) | Pangsa Pasar Kuartal II-2026 (persen) | Pertumbuhan YoY (persen) |
| 1. | Lenovo | 17,0 | 23,7 | 16,6 | 24,4 | -2,1 |
| 2. | HP | 14,3 | 19,9 | 13,0 | 19,1 | -9,0 |
| 3. | Dell | 9,8 | 13,6 | 9,3 | 13,6 | -5,0 |
| 4. | Apple | 6,1 | 8,5 | 6,7 | 9,9 | 10,1 |
| 5. | Asus | 5,0 | 7,0 | 5,0 | 7,4 | 0,2 |
| 6. | Merek lainnya | 19,6 | 27,3 | 17,5 | 25,7 | -10,5 |
| Total | 71,7 | 100 | 68,2 | 100 | -4,9 |