London, Beritasatu.com – Harga emas dunia menguat pada perdagangan Kamis (30/7/2026) waktu setempat, seiring melemahnya dolar Amerika Serikat (AS) dan meredanya tekanan inflasi.
Pelaku pasar juga mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga setelah Ketua Federal Reserve (The Fed) Kevin Warsh tidak memberikan sinyal yang jelas terkait arah kebijakan moneter.
Berdasarkan data perdagangan, harga emas spot naik 0,8% menjadi US$ 4.098,98 per ons. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus menguat 1,4% menjadi US$ 4.097,70 per ons.
Selain emas, harga logam mulia lainnya juga menguat. Harga perak spot naik 1,4% menjadi US$ 58,45 per ons, platinum meningkat 1,4% menjadi US$ 1.634,47 per ons, sedangkan paladium melonjak 3,1% menjadi US$ 1.285,25 per ons.
Harga Emas Naik Tipis, Pasar Cermati Sinyal The Fed
Penguatan emas didorong pelemahan indeks dolar AS sebesar 0,8% setelah yen menguat. Kondisi tersebut membuat emas yang diperdagangkan dalam denominasi dolar menjadi lebih murah bagi pembeli dari luar negeri sehingga meningkatkan permintaan.
Pada sisi lain, data Departemen Perdagangan AS menunjukkan indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (personal consumption expenditures/PCE price index) turun 0,1% pada Juni 2026.
Angka tersebut sesuai dengan proyeksi ekonom, meski pelaku pasar memperkirakan penurunan inflasi hanya bersifat sementara karena kembali memanasnya konflik di Timur Tengah berpotensi mendorong kenaikan harga minyak.
Kepala Strategi Komoditas Global TD Securities Bart Melek mengatakan data inflasi terbaru sedikit lebih baik dibandingkan ekspektasi pasar sehingga kondisi inflasi untuk sementara masih relatif stabil.
Harga Emas Naik Tipis, Pasar Cermati Sinyal The Fed
Namun, ia mengingatkan perang di Timur Tengah belum menunjukkan tanda-tanda akan segera berakhir. Menurutnya, tekanan inflasi yang sempat mereda dalam beberapa bulan terakhir berpotensi kembali meningkat sehingga bank sentral kemungkinan akan merespons melalui kebijakan moneternya.
Ia menambahkan kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang menopang penguatan harga emas, dengan level resistensi berikutnya berada pada kisaran US$ 4.150 hingga US$ 4.200 per ons.
Sementara itu, laporan pemerintah AS juga menunjukkan klaim tunjangan pengangguran mingguan naik lebih rendah dibandingkan perkiraan, yang mengindikasikan kondisi pasar tenaga kerja masih relatif stabil.