JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf mengungkapkan, sebanyak 197.231 jemaah haji Indonesia menjalani rawat jalan selama musim haji 2026.
"Layanan kesehatan rawat jalan ada 197.231. Ini kalau dirata-rata itu hampir setiap jemaah, hampir setiap jemaah menjalani rawat jalan," kata Irfan dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI membahas evaluasi penyelenggaraan ibadah haji 2026, Selasa (7/7/2026).
Irfan menyebutkan, dari jumlah tersebut, ada 940 orang jemaah yang dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI).
Kemudian, 1.988 jemaah dirujuk ke rumah sakit di Arab Saudi.
“Yang dirawat ada 56 jemaah,” ucap Irfan.
Irfan juga melaporkan bahwa mayoritas jemaah haji Indonesia pada penyelenggaraan ibadah haji 2026 masuk dalam kategori berisiko tinggi.
"Profil jemaah haji kita tahun 2026 Masehi, jemaah lanjut usia sebanyak 44.247. Yang berisiko tinggi ada 170.700. Ini sekitar 70 persen lebih. Kemudian yang berkebutuhan khusus ada 370 jemaah, pengguna kursi roda ada 275 jemaah," kata Irfan.
Berdasarkan data yang dipaparkan Irfan, jumlah jemaah haji Indonesia pada 2026 mencapai 221.000 orang.
Dari jumlah tersebut, 203.320 orang atau 92 persen merupakan jemaah haji reguler, sedangkan 17.680 orang atau 8 persen merupakan jemaah haji khusus.
Selain memaparkan profil jemaah, Irfan juga menyampaikan tingginya kebutuhan layanan kesehatan selama penyelenggaraan ibadah haji.
Irfan juga melaporkan proses pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) 2026.
Sebanyak 211.403 jemaah telah melunasi Bipih atau mencapai 103,98 persen dari target.
Sebelum melakukan pelunasan, para calon jemaah diwajibkan menjalani pemeriksaan istitha'ah kesehatan sebagai syarat pelunasan dan keberangkatan ke Tanah Suci.
Pelunasan Bipih berlangsung sejak akhir November 2025 hingga awal Februari 2026.
Adapun provinsi dengan persentase pelunasan tertinggi adalah Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarangNikmati Fitur Lengkap KARIN dengan KOMPAS.com PLUS
Dapatkan lebih banyak kuota, pahami berita lebih cepat, dan gali konteks mendalam dari artikel KOMPAS.com.