Gelombang PHK Industri Teknologi Berlanjut, 124.538 Pekerja Terdampak

Gelombang PHK Industri Teknologi Berlanjut, 124.538 Pekerja Terdampak

Jakarta, Beritasatu.com – Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di industri teknologi global belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Hingga akhir Juli 2026, jumlah pekerja yang terdampak PHK bahkan telah melampaui total sepanjang tahun lalu.

Berdasarkan data situs pelacak PHK Layoffs.fyi yang dikutip pada Minggu (2/8/2026), sebanyak 256 perusahaan teknologi telah melakukan efisiensi dengan memangkas 124.538 karyawan selama 2026.

Angka tersebut sudah melampaui jumlah pekerja yang terkena PHK sepanjang 2025. Pada tahun lalu, tercatat 278 perusahaan teknologi melakukan pengurangan tenaga kerja dengan total 122.606 karyawan kehilangan pekerjaan.

Artinya, hanya dalam waktu sekitar tujuh bulan, jumlah pekerja yang terkena PHK pada 2026 telah melebihi total korban PHK selama satu tahun penuh pada 2025.

Gelombang PHK tersebut terjadi di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan otomatisasi. Banyak perusahaan memilih merampingkan organisasi untuk menekan biaya operasional sekaligus mengalihkan investasi ke pengembangan teknologi berbasis AI.

Salah satu perusahaan yang mengumumkan pengurangan karyawan pada tahun ini adalah Microsoft. Raksasa teknologi asal Amerika Serikat tersebut dikabarkan memangkas kurang dari 2,5% dari total tenaga kerjanya.

PHK diperkirakan berdampak pada ribuan pegawai di berbagai divisi, mulai dari penjualan, konsultasi, hingga unit bisnis gim Xbox.

Mengacu pada dokumen yang disampaikan Microsoft kepada Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC), perusahaan memiliki sekitar 228.000 karyawan tetap per 30 Juni 2025. Dengan tingkat pengurangan tenaga kerja yang mendekati 2,5%, jumlah pegawai yang terdampak diperkirakan mencapai lebih dari 5.000 orang.

PHK

Industri teknologi

Karyawan

Microsoft