Pantau - Evakuasi medis pasien dari Jalur Gaza melalui perlintasan Rafah menuju Mesir yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu (28/6) dibatalkan setelah otoritas kesehatan di Gaza menyatakan belum menerima izin keamanan dari pihak Israel.
Izin Keamanan Jadi Kendala Evakuasi
Otoritas kesehatan yang berbasis di Gaza menyampaikan hanya sebagian kecil pasien Palestina yang memperoleh izin untuk meninggalkan wilayah tersebut.
Menurut pernyataan resmi, penundaan penerbitan izin keamanan dapat berlangsung hingga berbulan-bulan.
Dari sekitar 70 kasus darurat penyelamatan nyawa yang diajukan dalam beberapa pekan terakhir, hanya lima kasus yang memperoleh persetujuan untuk melakukan perjalanan.
Otoritas kesehatan Gaza juga mendesak badan-badan internasional dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk melakukan intervensi agar jumlah pasien yang diizinkan keluar dapat ditingkatkan, waktu tunggu dipersingkat, dan prosedur perjalanan bagi pasien kritis dipercepat.
Hingga laporan ini disampaikan, belum ada tanggapan langsung dari otoritas Israel mengenai pernyataan tersebut.
Ribuan Warga Masih Menunggu Izin Keluar Gaza
Berdasarkan data kantor media yang dikelola Hamas di Gaza pada pertengahan Juni, sejak perlintasan Rafah kembali dibuka pada Februari lalu, sekitar 7.417 orang telah diizinkan meninggalkan Gaza.
Jumlah tersebut masih di bawah 36 persen dari total 20.600 orang yang sebelumnya dijadwalkan melakukan perjalanan.
Perlintasan Rafah selama ini menjadi jalur utama bagi warga Palestina untuk memperoleh layanan kesehatan, melanjutkan pendidikan, maupun bekerja di luar negeri.