Jakarta, Beritasatu.com – CEO Ford Jim Farley mengingatkan bahwa produsen mobil China berpeluang memasuki pasar Amerika Serikat (AS) dalam lima hingga 10 tahun ke depan. Karena itu, Ford mulai menyiapkan strategi untuk menghadapi persaingan yang diperkirakan semakin ketat.
Dikutip dari Reuters, Minggu (2/8/2026), pernyataan tersebut disampaikan Farley kepada para karyawan dalam pertemuan internal (town hall), meski saat ini AS masih menerapkan berbagai hambatan perdagangan terhadap kendaraan asal China.
Farley selama ini dikenal sebagai salah satu petinggi industri otomotif yang paling vokal menyoroti pesatnya perkembangan produsen mobil listrik China, seperti BYD. Menurutnya, Ford tengah mengembangkan keluarga mobil listrik berharga terjangkau yang dirancang sejak awal agar mampu menyaingi efisiensi biaya dan daya saing produk-produk China.
Dalam sesi tanya jawab pada pertemuan tersebut, Farley bersama jajaran eksekutif Ford memperkirakan produsen mobil China kemungkinan baru akan memasuki pasar AS pada akhir rentang waktu tersebut, yakni sekitar 10 tahun mendatang.
Pernyataan itu muncul di tengah dorongan Senat AS untuk memperluas larangan penjualan mobil asal China di negara tersebut.
Sebelumnya, Ketua Eksekutif Ford Bill Ford juga menyampaikan pandangan serupa mengenai ancaman produsen otomotif China.
"Kita harus berhadapan langsung dengan China. Kita tidak bisa berharap dapat menghalangi mereka selamanya, dan kita harus mampu mengalahkan mereka dengan permainan mereka sendiri," ujar Bill Ford.
Meski belum dapat bersaing langsung di pasar AS, produsen mobil China terus memperluas pangsa pasar di negara lain. Di Meksiko, merek-merek asal China berhasil meningkatkan penjualan secara signifikan. Sementara di Kanada, berdasarkan perjanjian perdagangan yang berlaku, produsen China masih diizinkan menjual mobil listrik dalam jumlah terbatas.
Saat ini, pemerintah AS masih mengenakan tarif sekitar 100% terhadap mobil listrik buatan China. Selain itu, pemerintah juga melarang penggunaan perangkat lunak (software) asal China pada kendaraan mulai model tahun 2027 dan perangkat keras (hardware) mulai model tahun 2030 dengan alasan keamanan nasional dan perlindungan data.