KOMPAS.com – Perusahaan infrastruktur internet Cloudflare menjalin kerja sama dengan sejumlah peramban (browser) populer seperti Google Chrome, Microsoft Edge, hingga Mozilla Firefox pekan ini.
Kerja sama tersebut adalah seputar pengembangan standar internet anyar yang dapat membedakan pengguna asli (manusia) dengan robot (bot) atau kecerdasan buatan (AI).
Standar baru tersebut diberi nama Private Access Control Tokens (PACT).
Dalam pengumuman resmi, Cloudflare mengatakan PACT dirancang untuk membantu situs web memverifikasi apakah sebuah akses berasal dari manusia atau bukan.
Chief Technology Officer (CTO) Cloudflare, Dane Knecht menyebut verifikasi ini penting lantaran kini bot dan AI mulai menjejali trafik internet.
"Internet sedang menghadapi perubahan fundamental. Kini agen otonom mulai menjalankan berbagai aktivitas atas nama manusia," kata Chief Technology Officer (CTO) Cloudflare, Dane Knecht dalam pernyataan resmi.
"Nah, kolaborasi ini memungkinkan kami mengurangi berbagai kendala yang ditimbulkan mekanisme keamanan bagi pengguna maupun agen AI, tanpa harus mengorbankan privasi," imbuh Dane.
Pakai token di browser
Secara teknis, PACT tak akan menggunakan verifikasi tradisional yang ramai digunakan di internet, seperti CAPTCHA, login tambahan, atau pelacakan lokasi pengguna.
Sebagai gantinya, sistem tersebut akan memanfaatkan token (data) anonim yang tersimpan di browser pengguna.
Token tersebut akan berfungsi sebagai bukti bahwa ada manusia yang terlibat dalam aktivitas browser, tanpa mengungkap identitas maupun riwayat penjelajahan pengguna.
Cloudflare menegaskan bahwa PACT sendiri tidak akan melacak atau melihat data pengguna sama sekali.
Teknologi ini disebut hanya akan memanfaatkan informasi tepercaya dari layanan yang memiliki hubungan autentik dengan pengguna, tetapi tetap menjaga kerahasiaan data pribadi mereka.
Menariknya, PACT tidak ditujukan untuk memblokir semua bot. Protokol ini juga dapat mengenali bot atau agen AI yang sah dan bertindak atas izin pengguna.
Sementara bot yang berbahaya, seperti bot yang dipakai untuk spam, penipuan, pelacakan agresif, dan lain sebagainya akan diblokir.
Potensi adopsi PACT
Cloudflare tak mengumbar kapan standar ini akan diterapkan ke browser yang diajak kerja sama. Saat ini, pengumuman di atas hanya sebatas informasi kerja sama untuk pengembangan PACT saja.
Namun yang jelas, jika diadopsi secara luas, cakupan PACT berpotensi sangat besar dan boleh jadi menjangkau banyak orang.
Sebab berdasarkan data StatCounter, gabungan pangsa pasar (market share) Google Chrome, Mozilla Firefox, dan Microsoft Edge mencapai sekitar 77 persen pengguna browser di seluruh dunia.
Cloudflare berharap PACT dapat menjadi fondasi baru internet yang lebih aman, nyaman, dan tetap menjaga privasi pengguna di era AI, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Tech Radar.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang