Apple Gugat Induk ChatGPT ke Pengadilan, Diduga Curi Rahasia Perusahaan

Apple Gugat Induk ChatGPT ke Pengadilan, Diduga Curi Rahasia Perusahaan

KOMPAS.com - Perusahaan teknologi Apple melayangkan gugatan kepada OpenAI. Induk ChatGPT tersebut diduga mencuri rahasia perusahaan untuk merancang suatu gadget.

Dalam gugatan itu disebutkan bahwa OpenAI merekrut karyawan Apple, kemudian membujuk mereka memberikan materi rahasia, desain produk, hingga informasi konfidensial lainnya.

"Baru-baru ini, bukti signifikan telah muncul dan menunjukkan bahwa orang yang dipekerjakan OpenAI secara ilegal mengambil informasi rahasia dan konfidensial Apple terkait teknologi, proses, serta produk kami yang belum dirilis," kata juru bicara Apple.

Meski demikian, juru bicara OpenAI menyatakan bahwa perusahaannya tidak tertarik dengan rahasia dagang perusahaan lain, sembari memastikan pihaknya meninjau gugatan.

"Kami tetap fokus pada pengembangan teknologi inovatif yang memberdayakan orang di mana pun," ujar perwakilan perusahaan kecerdasan buatan (AI) tersebut.

Apple dan OpenAI sebenarnya pernah bekerja sama lewat kemitraan pada 2024 lalu. Dalam kemitraan itu, Apple mengintegrasikan ChatGPT ke sistem operasi di iPhone, iPad hingga Mac.

Namun, ketika Apple meningkatkan kemampuan asisten suara Siri dan dipamerkan pada bulan lalu, komponen AI-nya justru didasarkan pada model AI Gemini milik Google, bukan ChatGPT.

Hubungan yang sebelumnya terjalin, menjadi renggang ketika OpenAI mengakuisisi startup bikinan mantan bos desain Apple, Jony Ive. Langkah ini juga menjadi penanda bahwa OpenAI berupaya mengeksplor bisnis hardware.

(ki-ka) Mantan kepala desain legendaris Apple Jony Ive bersama CEO OpenAI Sam Altman.
(ki-ka) Mantan kepala desain legendaris Apple Jony Ive bersama CEO OpenAI Sam Altman.

Apple juga menyatutkan nama io Products, startup bikinan Jony Ive, dalam dokumen gugatannya.

"Bisnis hardware OpenAI yang baru lahir, kini bertumpu pada pondasi yang sangat goyah dan busuk karena ketergantungannya secara ilegal pada rahasia dagang yang disalahgunakan," tulis Apple.

Lebih spesifik, Apple menuduh beberapa mantan karyawannya yang bergabung dengan OpenAI termasuk Tang Yew Tan, membagikan rahasia dagang perusahaan. Saat ini Tang Yew Tan menjabat sebagai Chief Hardware Officer di OpenAI.

Dia dituduh membawa informasi soal pemasok Apple ke OpenAI dan merayu para kandidat yang diwawancara mengungkap rahasia perusahaan.

"Dia mengarahkan kandidat karyawan yang masih bekerja di Apple untuk membawa komponen asli dari Apple ke wawancara dan menjelaskannya, sehingga timnya di OpenAI mendapat lebih banyak informasi rahasia Apple," ujar Apple dalam aduannya.

Mantan karyawan Apple lainnya yang tercantum dalam gugatan yaitu Chang Liu yang dituduh membawa laptop Apple saat dia resign.

Dia diduga memanfaatkan celah keamanan untuk membobol jaringan internal perusahaan kemudian mengunduh puluhan file rahasia terkait hardware Apple.

Karena itu, Apple menuntut ganti rugi dan meminta pengadilan mencegah OpenAI memiliki atau menggunakan rahasia dagangnya, dihimpun KompasTekno dari The Guardian.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang