Anthropic Akui AI Claude Sempat "Lepas Kendali" dan Meretas Tiga Perusahaan

Anthropic Akui AI Claude Sempat "Lepas Kendali" dan Meretas Tiga Perusahaan

KOMPAS.com - Perusahaan kecerdasan buatan (AI) Anthropic mengungkap bahwa AI buatannya sempat "lepas kendali". AI tersebut meretas tiga perusahaan saat menjalani uji coba internal.

Insiden tersebut terjadi dalam tiga kasus terpisah sejak April 2026. Anthropic menyebut peretasan ini melibatkan model Opus 4.7, Mythos 5, serta satu model riset lain yang tidak disebutkan namanya.

Menurut Anthropic insiden peretasan itu dipicu oleh kesalahan konfigurasi (misconfiguration) pada sistem pengujian yang membuat model AI tersebut memperoleh akses ke internet. AI tersebut seolah "kabur" dan meretas perusahaan lain.  

Anthropic tidak mengungkap identitas ketiga perusahaan yang menjadi korban. Namun, perusahaan memastikan mereka telah diberi tahu mengenai kejadian itu pada Senin (27/7/2026). 

Ketahuan saat jalani pengujian

Kasus peretasan ini terungkap ketika Anthropic sedang meninjau ulang pengujian keamanan sibernya. Langkah itu dilakukan menyusul insiden serupa yang sebelumnya dialami OpenAI.

Anthropic kemudian memeriksa lebih dari 141.000 log pengujian. Hasilnya, perusahaan menemukan model AI Claude mereka beberapa kali berhasil terhubung ke internet.

Perusahaan menjelaskan, Claude sebenarnya tidak keluar dari lingkungan pengujian (sandbox). Sebaliknya, model AI itu berjalan pada sistem yang memang tidak memiliki sandbox akibat kesalahan konfigurasi.

Kesalahan itu terjadi pada sistem milik Anthropic maupun mitra pengujiannya, yaitu perusahaan keamanan siber Irregular. Akibatnya, Claude memperoleh akses ke internet meski sebelumnya telah diberi tahu bahwa internet tidak tersedia.

Selama pengujian berlangsung, Claude diketahui menggunakan teknik peretasan sederhana. Di antaranya yaitu menebak kata sandi yang lemah dan mengakses sistem yang tidak memerlukan autentikasi.

Anthropic mengatakan Claude melakukan semua itu karena mengira seluruh aktivitas tersebut masih menjadi bagian dari proses benchmarking atau pengujian performa, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari WSJ.

Sempat buat malware

Dalam kasus peretasan tersebut, Claude juga disebut sempat membuat perangkat lunak berbahaya (malware) yang kemudian diunduh oleh sistem pemindaian milik sebuah perusahaan keamanan. 

Malware tersebut kemudian mencuri kredensial yang digunakan untuk mengakses infrastruktur internal perusahaan tersebut.

Selama peretasan, Claude sempat menyadari bahwa tindakannya tidak seharusnya dilakukan di dunia nyata. Namun, model AI itu meyakinkan dirinya sendiri bahwa ia sedang berada di dalam sebuah "simulasi".

Kesalahan serupa juga terjadi ketika Claude diminta meretas sebuah perusahaan fiktif. Namun, karena perusahaan itu memiliki nama yang sama dengan perusahaan di dunia nyata, Claude justru salah sasaran. 

Alih-alih meretas perusahaan fiktif yang menjadi target pengujian, model AI itu malah meretas perusahaan sungguhan.

Anthropic menyebut, peretasan basis data ini menjadi satu-satunya kasus di mana Claude tetap melanjutkan aksi peretasannya meski telah menyadari bahwa targetnya merupakan perusahaan asli. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang