7 Rekomendasi Novel untuk Kamu yang Suka Menonton Drama Korea

7 Rekomendasi Novel untuk Kamu yang Suka Menonton Drama Korea

perempuan membaca buku (Unsplash.com/ Shubham Sharan)
  • Artikel ini merekomendasikan tujuh novel yang memiliki nuansa serupa dengan berbagai drama Korea populer, cocok bagi pembaca yang ingin melanjutkan emosi setelah menonton.
  • Setiap pasangan novel dan drama menyoroti tema mendalam seperti cinta, kehilangan, keluarga, hingga pencarian makna hidup dengan latar dan gaya penceritaan yang berbeda namun seirama.
  • Rekomendasi ini mengajak pembaca menemukan kembali sensasi emosional khas drama Korea melalui kisah-kisah sastra yang hangat, reflektif, dan menyentuh hati.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Menonton drama Korea menjadi salah satu hiburan favorit anak muda. Visualnya yang memanjakan mata dan kualitas ceritanya yang kuat membuat kita mudah terbawa emosi.

Sering kali, setelah menonton kita merasa hampa dan mencari kisah lain dengan nuansa serupa. Nah, buat kamu yang juga suka membaca dan ingin merasakan nuansa yang sama, berikut beberapa novel yang bisa menghadirkan rasa yang mirip dengan drama favoritmu.

1. Alchemy of Souls - The Sword of Kaigen karya M.L. Wang

The Sword of Kaigen
The Sword of Kaigen (Amazon.com)

Keduanya sama-sama bercerita tentang dunia dengan orang-orang yang mempunyai kekuatan, seni bela diri, dan tragedi keluarga yang mendalam. The Sword of Kaigen menggambarkan perjuangan seorang ibu dan anak menghadapi perang serta masa lalu yang penuh rahasia, mirip dengan kisah pengorbanan dan takdir di Alchemy of Souls. Keduanya mengajarkan bahwa kekuatan sejati sering lahir dari kehilangan.

2. Summer Strike - Days at the Morisaki Bookshop karya Satoshi Yagisawa

Days at the Morisaki Bookshop
Days at the Morisaki Bookshop (Amazon.com)

Kedua cerita ini menawarkan kisah bagaimana seseorang melarikan diri dari hiruk-pikuk dunia menuju ketenangan diri. Tokohnya sama-sama meninggalkan kehidupan lamanya untuk memulai kembali, lalu menemukan makna dalam prosesnya yang sunyi, dengan buku, dan hubungan sederhana bersama orang-orang baru. Nuansanya hangat, hening, dan penuh rasa penyembuhan.

3. Twenty-Five Twenty-One — Normal People karya Sally Rooney

Normal People
Normal People (Amazon.com)

Keduanya sama-sama menggambarkan perjalanan dua orang yang tumbuh bersama. Mereka saling mencintai, tapi juga kehilangan arah di tengah perubahan hidup dan waktu.

Baik Twenty-Five Twenty-One maupun Normal People, menyajikan hubungan yang rumit, lembut, dan realistis, tentang bagaimana cinta pertama bisa membentuk dan menghantui masa depan seseorang.

4. Queen of Tears - King of Greed karya Ana Huang

King of Greed
King of Greed (Amazon.com)

Keduanya menggambarkan kisah cinta dalam pernikahan yang nyaris hancur karena kesalahpahaman, ambisi, dan luka masa lalu. Baik Hyun-woo & Hae-in maupun Jasmine & Dominic sama-sama berjuang menemukan kembali cinta di tengah kebekuan hubungan dan tekanan dunia luar. Queen of Tears dan King of Greed sama-sama menyajikan romansa dewasa yang mengharukan—tentang kehilangan, penyesalan, dan kesempatan kedua untuk mencintai.

5. When Life Gives You Tangerines - Please Look After Mom karya Kyung-sook Shin

Please Look After Mom
Please Look After Mom (Amazon.com)

Sama-sama bernuansa pedesaan Korea, keduanya membangkitkan kehangatan sekaligus kesedihan tentang keluarga dan kenangan masa kecil. Please Look After Mom menyentuh sisi lembut hubungan anak dan ibu, serupa dengan nostalgia dan keintiman dalam When Life Gives You Tangerines. Keduanya penuh empati dan refleksi diri.

6. Goblin - Vicious Spirit karya Kat Cho

Vicious Spirits
Vicious Spirits (Amazon.com)

Kedua kisah ini memadukan antara romansa dan mitologi. Vicious Spirits memperlihatkan hubungan antara manusia dan roh dalam dunia yang dihadapkan antara kehilangan dan harapan, seperti cinta abadi Goblin dan Ji Eun-tak. Suasananya mistis dan keharuannya begitu sama.

7. Move to Heaven - When Breath Becomes Air karya Paul Kalanithi

When Breath Becomes Air
When Breath Becomes Air (Amazon.com)

Keduanya menghadirkan renungan mendalam tentang hidup, kematian, dan makna keberadaan. When Breath Becomes Air menggambarkan kejujuran seorang dokter menghadapi ajalnya sendiri, sementara Move to Heaven menunjukkan bagaimana orang hidup belajar menerima perpisahan. Meskipun ada perbedaan latar antar keduanya, namun kisah keduanya sama-sama tenang, menyentuh, dan manusiawi.

Itulah beberapa novel yang memiliki nuansa serupa dengan berbagai drama Korea populer. Setiap pasangan novel dan drama ini yang menghadirkan emosi, tema, dan perjalanan karakter yang seirama. Jika kamu belum bisa move on dari drama favoritmu, coba bacalah novel-novel di atas. Siapa tahu, kamu menemukan Kembali nuansa yang sama seperti di drama favoritmu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.