Andy Burnham Resmi Bentuk Kabinet Baru dan Janjikan Perubahan Politik serta Ekonomi Inggris

Andy Burnham Resmi Bentuk Kabinet Baru dan Janjikan Perubahan Politik serta Ekonomi Inggris

Pantau - Andy Burnham resmi mengumumkan susunan kabinet baru beberapa jam setelah dilantik sebagai Perdana Menteri (PM) Inggris, dengan menjanjikan perubahan besar di bidang politik dan ekonomi pada awal pemerintahannya.

Burnham resmi menjadi PM Inggris setelah Raja Charles III mengundangnya untuk membentuk pemerintahan di Istana Buckingham menggantikan Keir Starmer yang sebelumnya telah mengajukan pengunduran diri kepada Raja Charles III.

Setelah resmi menjabat, Burnham menyampaikan pidato pertamanya di luar 10 Downing Street.

Burnham menyebut dirinya sebagai PM ketujuh Inggris sejak 2016.

Burnham mengakui bahwa para politisi "belum cukup baik", ungkapnya.

Burnham menegaskan, "Kami akan menjadikan momen ini sebagai titik balik bagi Inggris, menghadirkan perubahan terbesar dalam 40 tahun terakhir, sebuah model politik baru sekaligus model ekonomi baru."

Burnham menyatakan pemerintahannya akan menjadikan politik "lebih kolaboratif".

Burnham mengatakan pemerintah akan berfokus untuk "menyelesaikan masalah", alih-alih sekadar "mencetak poin."

Burnham juga berjanji bekerja lebih baik dalam menjalankan pemerintahan.

Burnham berkomitmen mengalihkan kewenangan dari Westminster kepada masyarakat di seluruh Inggris.

Burnham juga menyatakan akan melakukan reindustrialisasi Inggris melalui pengadaan publik.

Burnham turut berjanji menempatkan layanan-layanan esensial di bawah kendali publik yang lebih kuat.

Susunan Kabinet Baru Diumumkan

Beberapa jam setelah resmi menjabat, Burnham mengumumkan susunan kabinet barunya.

Kantor PM Inggris mengumumkan penunjukan mantan Menteri Pertahanan John Healey sebagai Menteri Keuangan.

Healey sebelumnya mengundurkan diri dari jabatan Menteri Pertahanan pada bulan sebelumnya akibat perbedaan pendapat mengenai rencana belanja pertahanan pemerintahan sebelumnya.

Media Inggris menyebut penunjukan Healey sebagai Menteri Keuangan merupakan langkah yang tidak terduga.

Healey menggantikan Rachel Reeves yang menjabat sebagai Menteri Keuangan sepanjang pemerintahan Keir Starmer.

Daftar pengangkatan resmi menunjukkan Rachel Reeves telah meninggalkan pemerintahan.

Ed Miliband ditunjuk sebagai Menteri Luar Negeri.

Shabana Mahmood tetap menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri.

Louise Haigh ditunjuk sebagai Menteri Negara Pertama (First Secretary of State).

Louise Haigh juga menjabat sebagai Kanselir Kadipaten Lancaster (Chancellor of the Duchy of Lancaster).

Louise Haigh sekaligus mengemban jabatan Menteri Kantor Kabinet (Minister for the Cabinet Office).

Yvette Cooper diangkat sebagai Menteri Kesehatan.

Pat McFadden tetap menjabat sebagai Menteri Ketenagakerjaan dan Pensiun.

Angela Rayner kembali masuk kabinet sebagai Menteri Perumahan, Komunitas, dan Pemerintahan Daerah.

Angela Rayner sebelumnya mengundurkan diri sebagai Wakil Perdana Menteri, Menteri Perumahan, dan Wakil Pemimpin Partai Buruh pada September 2025.

Pengunduran diri Rayner terjadi setelah seorang penasihat standar independen menyatakan bahwa ia melanggar kode etik menteri terkait kekurangan pembayaran pajak properti atas pembelian sebuah rumah.

Jonathan Reynolds ditunjuk sebagai Menteri Bisnis, Inovasi, Sains, dan Perdagangan.

Mantan Menteri Kesehatan Wes Streeting ditunjuk sebagai Menteri Pertahanan.

Streeting sebelumnya dianggap sebagai salah satu kandidat kuat pengganti Keir Starmer.

Streeting memilih tidak mengikuti pemilihan kepemimpinan Partai Buruh.

Streeting kemudian memberikan dukungannya kepada Andy Burnham dalam pemilihan pemimpin Partai Buruh.

Agenda Pemerintahan dan Tantangan

Burnham mengatakan berbagai langkah untuk mengatasi kenaikan biaya hidup akan mulai diumumkan pada Selasa, 21 Juli 2026.

Burnham menyatakan rencana pembangunan Inggris untuk 10 tahun ke depan akan dipaparkan pada akhir tahun 2026.

Sebelum menjadi PM, Burnham pernah menjabat sebagai Menteri Kebudayaan.

Burnham juga pernah menjabat sebagai Menteri Kesehatan.

Burnham pernah menjabat sebagai Wali Kota Manchester Raya.

Burnham gagal dalam pencalonan sebagai pemimpin Partai Buruh pada 2010.

Burnham kembali gagal dalam pencalonan sebagai pemimpin Partai Buruh pada 2015.

Burnham kembali ke House of Commons, majelis rendah parlemen Inggris, setelah memenangkan pemilihan sela di Makerfield pada 19 Juni 2026.

Burnham kemudian terpilih sebagai pemimpin Partai Buruh pada 17 Juli 2026.

Kabinet baru Burnham kini menghadapi berbagai tantangan yang belum berhasil diatasi pemerintahan Keir Starmer.

Tantangan tersebut meliputi pertumbuhan ekonomi yang lemah.

Pemerintah juga menghadapi layanan publik yang terbebani.

Tingginya biaya hidup menjadi tantangan lain yang harus dihadapi pemerintahan Burnham.

Selain itu, Burnham juga menghadapi lanskap politik Inggris yang semakin terfragmentasi.