Apa Bedanya Emosi, Perasaan, dan Mood? Ini Penjelasan Psikolog

Apa Bedanya Emosi, Perasaan, dan Mood? Ini Penjelasan Psikolog

KOMPAS.com - Mengenali apa yang sedang dirasakan bukan sekadar membantu seseorang memahami dirinya sendiri, tetapi juga berperan dalam menjaga kesehatan mental.

Annie Miller, MSW, LCSW-C, LICSW, mengatakan bahwa ketika seseorang lebih menyadari kondisi emosionalnya serta memperhatikan bagaimana pikiran dan tubuh merespons suatu situasi, ia akan lebih mudah mengelola stres.

"Dengan demikian, kita dapat memiliki regulasi emosional yang lebih baik, ketahanan emosional yang lebih tinggi, serta tingkat kecemasan yang lebih rendah," ujar Miller dikutip dari Verywell Mind, Jumat (17/7/2026).

Namun, untuk dapat mengenali kondisi emosional dengan baik, penting memahami perbedaan antara emosi, perasaan, dan mood atau suasana hati.

Ketiga istilah ini kerap digunakan secara bergantian dalam percakapan sehari-hari, padahal memiliki makna yang berbeda dalam psikologi.

Apa itu emosi?

Emosi adalah respons psikologis dan biologis yang muncul ketika seseorang menghadapi suatu peristiwa atau rangsangan.

Emosi umumnya berlangsung singkat, tetapi intens, serta memengaruhi cara seseorang berpikir, merasakan, dan bertindak.

Dalam psikologi, emosi memiliki tiga komponen utama, yaitu pengalaman subjektif, respons fisiologis, serta respons perilaku atau ekspresi.

Dengan kata lain, emosi tidak hanya dirasakan dalam pikiran, tetapi juga memengaruhi tubuh dan cara seseorang bereaksi.

Sebagai contoh, ketika seseorang hampir tertabrak kendaraan, ia dapat langsung merasakan takut. Pada saat yang sama, detak jantung meningkat, napas menjadi lebih cepat, dan tubuh bersiap menghindari bahaya.

Psikolog Paul Ekman mengemukakan bahwa terdapat enam emosi dasar yang dikenali secara universal di berbagai budaya, yakni bahagia, sedih, marah, takut, jijik, dan terkejut.

Emosi-emosi tersebut menjadi dasar munculnya berbagai emosi lain yang lebih kompleks.

Apa itu perasaan?

Perasaan (feeling) merupakan pengalaman pribadi yang muncul setelah seseorang mengalami emosi.

Berbeda dengan emosi yang bersifat spontan, perasaan dipengaruhi oleh bagaimana seseorang menafsirkan atau memaknai suatu kejadian.

Karena dipengaruhi oleh pengalaman hidup, nilai, dan cara berpikir masing-masing individu, dua orang dapat mengalami emosi yang sama, tetapi memiliki perasaan yang berbeda.