Yaxel Lendeborg, Rookie Berbakat Golden State Warriors

Yaxel Lendeborg, Rookie Berbakat Golden State Warriors

1. Kesulitan menembus tim basket sekolah karena nilai akademik yang buruk

2. Mengawali karier di JUCO hingga berhasil menjuarai NCAA 2026

Setelah lulus SMA, karier basket Yaxel Lendeborg sempat tergantung karena tidak ada tawaran dari berbagai universitas. Beruntung, berkat bantuan sang ibu, dia bisa bergabung dengan Arizona Western yang masuk dalam program National Junior College Athletic Association (NJCAA) atau sering disebut JUCO. Bermain selama 3 musim bersama Arizona Western, kemampuan Lendeborg terus berkembang. Puncaknya terjadi pada 2022/2023 kala dia mencatat rata-rata 17,2 poin dan 13 rebound.

Penampilan impresif tersebut membuat karier Lendeborg melonjak pesat. Dia masuk Universitas Alabama di Birmingham dan bergabung tim basket mereka, UAB Blazers, yang berlaga di Divisi I NCAA. Lendeborg bertahan selama 2 musim di sana dengan mengemas rata-rata 15,8 poin, 11 rebound, 3,2 assist, 1,9 blok, dan 1,2 steal. Dia bahkan menjadi pemain kedua setelah Larry Bird yang mampu menorehkan 600+ poin, 400+ rebound, dan 150+ assist dalam semusim di Divisi I NCAA.

Setelah itu, Lendeborg bisa saja mengikuti NBA Draft 2025. Namun, dia memilih melanjutkan tahun terakhir kuliahnya dan bergabung dengan Michigan Wolverines. Keputusan tersebut rupanya berbuah manis. Dia makin bersinar bersama Michigan hingga memenangkan kejuaraan NCAA 2026. Lendeborg mencatat rata 15,1 poin, 6,9 rebound, dan 3,3 assist. Namanya juga menghiasi berbagai penghargaan, seperti First Team All-American, Big Ten All-Defensive Team, serta Big Ten Player of the Year.