Jakarta, IDN Times – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo (DRC) diduga memiliki skala yang jauh lebih besar dibandingkan data resmi pemerintah. Lembaga itu memperkirakan jumlah kasus riil di lapangan sedikitnya mencapai dua kali lipat, bahkan dapat menyentuh empat kali lipat dari angka yang telah tercatat.
Data resmi terbaru menunjukkan penyakit demam berdarah tersebut telah menginfeksi sekitar 1.960 hingga 1.963 orang dengan korban jiwa lebih dari 700 orang. Wabah itu pertama kali terdeteksi dan diumumkan pada 15 Mei 2026. WHO kemudian menyampaikan perkiraan besarnya penyebaran wabah tersebut melalui Direktur Eksekutif Program Kedaruratan Kesehatan, Chikwe Ihekweazu.
“Skala wabah ini setidaknya dua hingga empat kali lipat dari jumlah kasus yang telah kami temukan,” ujar Direktur Eksekutif Program Kedaruratan Kesehatan WHO, Chikwe Ihekweazu, kepada para jurnalis di Jenewa, dilansir France24.
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.