CNN Indonesia
Benturan atau pantulan bola saat berolahraga sulit dihindari, terutama dalam permainan seperti pickleball, tenis, badminton, squash, hingga futsal.
Meski terlihat sepele, benturan yang mengenai mata dapat menyebabkan cedera, mulai dari memar, perdarahan, hingga gangguan penglihatan yang membutuhkan penanganan medis.
Karena itu, penting mengetahui pertolongan pertama yang tepat agar cedera tidak semakin parah.
Mengapa mata yang terkena bola bisa berbahaya?
Melansir American Academy of Ophthalmology (AAO), bola berukuran kecil seperti bola tenis, squash, baseball, atau bola raket lainnya menjadi salah satu penyebab paling umum trauma mata saat berolahraga.
Meski benturannya terlihat ringan, bola yang melaju cepat dapat merusak berbagai struktur mata sekaligus. Cedera yang mungkin terjadi antara lain:
- memar dan pembengkakan di sekitar mata;
- lecet pada kornea;
- perdarahan di bagian depan mata (hyphema);
- dislokasi lensa;
- robekan retina;
- hingga kehilangan penglihatan permanen.
Studi bertajuk A Practical Guide for Sports Eye menjelaskan bahwa olahraga dengan bola kecil berkecepatan tinggi memiliki risiko tinggi menyebabkan blunt ocular trauma atau trauma tumpul pada mata.
Benturan dapat merusak kornea, iris, lensa, retina, bahkan saraf optik sekaligus. Yang membuat cedera mata berbahaya, gejalanya terkadang tidak langsung muncul.
Seseorang bisa merasa baik-baik saja setelah benturan, tetapi kerusakan di dalam mata baru berkembang beberapa jam atau bahkan beberapa hari kemudian.
Pertolongan pertama saat mata terkena bola
Jika mata terkena hantaman bola saat berolahraga, AAO menyarankan beberapa langkah pertolongan pertama berikut.
1. Hentikan aktivitas
Segera berhenti bermain dan istirahatkan mata. Jangan memaksakan diri melanjutkan pertandingan meski rasa sakit tampak ringan.
2. Kompres dingin
Kompres dingin dapat membantu mengurangi nyeri dan pembengkakan. Tempelkan kompres dingin di sekitar mata selama sekitar 10-20 menit. Namun, hindari menekan bola mata secara langsung.
3. Perhatikan perubahan penglihatan
Jika penglihatan mulai kabur, muncul bayangan, atau terasa ada yang mengganjal di mata, segera periksakan diri ke dokter.
Hal yang tidak boleh dilakukan
Saat mata terkena benturan, ada beberapa hal yang sebaiknya dihindari karena justru dapat memperparah cedera.
- Jangan menggosok mata.
- Jangan menekan bola mata.
- Jangan mencoba mengeluarkan benda yang menancap.
- Jangan menggunakan obat tetes mata sembarangan tanpa anjuran dokter.
Cedera mata memerlukan pertolongan medis segera bila disertai gejala tertentu. AAO juga menyarankan untuk segera ke rumah sakit apabila muncul tanda sebagai berikut:
- penglihatan kabur atau menurun;
- melihat kilatan cahaya;
- muncul banyak bintik hitam (floaters);
- perdarahan pada mata;
- nyeri hebat;
- mata sulit dibuka;
- bentuk pupil tampak tidak normal;
- mual atau muntah setelah benturan.
Gejala-gejala tersebut bisa menjadi tanda adanya cedera yang lebih serius, seperti perdarahan di dalam mata, lepasnya retina, atau peningkatan tekanan di dalam bola mata. Pada beberapa kasus, benturan dapat mengancam penglihatan bila terlambat ditangani.