MEDAN, KOMPAS.com – Video curahan hati warga Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, yang mengeluhkan jembatan rusak tak kunjung diperbaiki pemerintah kabupaten viral di media sosial.
Selama menunggu realisasi janji pemerintah, warga bahkan dua kali bergotong royong membangun jembatan darurat agar aktivitas tetap berjalan.
Jembatan tersebut berada di Desa Bangun Baru, Pulo Raya, Kecamatan Dolok Silau, dan menjadi satu-satunya akses menuju Nagori Lokkung.
Melalui akun TikTok @ditapurba, warga bernama Dita Purba menyampaikan surat terbuka yang meminta pemerintah segera memperbaiki jembatan tersebut.
"Kampung kami juga terkena musibah jalan satu-satunya (lewat jembatan) longsor dan tidak bisa dilalui. Jembatan ini merupakan satu-satunya jalan atau akses menuju Desa Nagori Lokkung yang mana itu adalah tempat anak-anak kampung kami bersekolah," kata Dita.
Selain digunakan pelajar, jalan itu juga menjadi akses warga mengangkut hasil pertanian.
Karena tak kunjung diperbaiki, warga bergotong royong membangun jembatan darurat menggunakan papan dan kayu seadanya.
"Yang dilakukan masyarakat untuk memperbaiki jalan agar biar anak-anak tetap bisa sekolah dan aktivitas masyarakat bisa berjalan seperti sebelumnya," ujarnya.
Namun, jembatan darurat pertama kembali rusak. Warga pun kembali patungan tenaga dan material untuk membangun jembatan darurat kedua.
"Mereka membuat jembatan lagi dan kalian bisa lihat kondisinya kayak gini. Ini jembatan yang baru dibikin lagi. Aku enggak tahu ini bertahan sampai kapan, tapi semoga jembatan yang baru ini juga bersahabat dengan masyarakat karena jurangnya dalam, sementara banyak anak sekolah dari kampung kami," katanya.
Bupati Pernah Janjikan Selesai Empat Bulan
Dita mengungkapkan, Bupati Simalungun Anton Ahmad Saragih sempat meninjau lokasi pada 14 Desember 2025 dan menjanjikan perbaikan jembatan selesai dalam waktu empat bulan.
"Seharusnya kalau itu dimulai Januari berarti bulan April harus selesai, tapi ini bulan Juni bentar lagi Juli, tapi proses perbaikan jembatan ini mangkrak dan jembatan swadaya masyarakat sudah rusak lagi, benar-benar jembatan darurat sudah putus total dan perbaikan jembatannya tidak ada kelanjutannya," ujarnya.
Dalam unggahannya, Dita juga menampilkan dokumentasi saat Anton meninjau lokasi.
"Empat bulan siap," ujar Anton dalam video tersebut.
Dita mengatakan masyarakat sempat menyambut gembira janji tersebut. Namun hingga kini pembangunan belum terealisasi.