Manila, IDN Times -Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn mengingatkan meningkatnya penggunaan akal imitasi atau Artificial Intelligence (AI) menghadirkan tantangan baru bagi industri media, terutama terkait penyebaran disinformasi, manipulasi informasi, hingga kemunculan konten deepfake.
Menurut Kao, perkembangan teknologi memang membuka peluang besar bagi dunia jurnalistik, tetapi juga menuntut tanggung jawab yang lebih besar dalam menjaga kredibilitas informasi. Hal tersebut disampaikan saat membuka ASEAN Media Forum (AMF) ke-10 di Manila, Filipina, yang dihadiri para pemimpin media dari negara-negara ASEAN.
“Lanskap media saat ini sangat berbeda dibandingkan satu dekade lalu. Berita kini bersaing dengan arus konten tanpa henti di berbagai platform digital dan media sosial, tempat informasi menyebar dengan sangat cepat, tetapi tidak selalu akurat, dapat diandalkan, atau dapat dipercaya,” kata Kao, Rabu (29/7/2026).