Viral Tawuran Pelajar di Lombok Tengah, Polisi Ungkap Fakta Pemicunya

Viral Tawuran Pelajar di Lombok Tengah, Polisi Ungkap Fakta Pemicunya

Praya, Beritasatu.com – Video yang memperlihatkan sekelompok pelajar berseragam sekolah terlibat keributan di Jalan Raya Tampar-Ampar Pejanggik, depan SMKN 1 Praya Tengah, Lombok Tengah, viral di media sosial. Polisi memastikan insiden tersebut bukan tawuran antarsekolah, melainkan dipicu kesalahpahaman antarsiswa yang membesar akibat informasi yang beredar di media sosial.

Insiden terjadi saat jam pulang sekolah ketika arus lalu lintas di sekitar lokasi cukup ramai. Rekaman berdurasi singkat yang memperlihatkan kerumunan pelajar di tepi jalan memicu beragam spekulasi dan kekhawatiran masyarakat.

Hasil penelusuran kepolisian bersama sekolah menunjukkan keributan tidak dipicu konflik antarsekolah. Peristiwa itu yang terjadi pada Jumat (31/7/2026) itu, berawal dari aksi iseng seorang pelajar berinisial AA yang menendang botol air mineral hingga mengenai pelajar lain berinisial DY.

Meski AA telah meminta maaf, permintaan tersebut tidak diterima sehingga situasi sempat memanas. Ketegangan kemudian meningkat setelah kedua pelajar menghubungi teman-teman mereka.

Kerumunan yang terbentuk terekam warga dan tersebar luas di media sosial. Kondisi tersebut memunculkan anggapan telah terjadi tawuran besar antarsekolah.

"Memang benar ada keributan di salah satu sekolah di Tampar-Ampar, Praya Tengah. Berawal dari salah seorang siswa berinisial AA yang iseng menendang botol Aqua kemudian mengenai temannya berinisial DY. Saat itu AA sudah meminta maaf, tetapi tidak diterima sehingga sempat terjadi ketegangan," kata Kasi Humas Polres Lombok Tengah Iptu Lalu Brata Kusnadi, Sabtu (1/8/2026).

Lalu Brata menjelaskan, setelah terjadi perselisihan, kedua pelajar sempat menghubungi teman-teman mereka. Namun, sebelum situasi berkembang lebih jauh, masyarakat dan sekolah segera menghubungi layanan darurat Call Center 110.

Laporan tersebut langsung direspons personel Polsek Praya Tengah bersama anggota Polres Lombok Tengah yang datang ke lokasi untuk mengendalikan situasi.

"Anggota langsung menuju lokasi sehingga situasi dapat diamankan. Selanjutnya penyelesaian dilakukan melalui mediasi dengan pihak sekolah dan keluarga kedua siswa," katanya.

Polisi juga memastikan informasi mengenai penyerangan maupun aksi balas dendam antarsekolah tidak benar.

Kepala MAN 1 Praya Masdiono mengatakan keluarga kedua pelajar telah dipertemukan dalam mediasi yang difasilitasi sekolah bersama kepolisian. Pertemuan itu dihadiri keluarga kedua siswa, madrasah, komite sekolah, serta personel Polsek Praya Tengah.

Menurut Masdiono, seluruh peserta mediasi sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan dan saling memaafkan.

"Kedua belah pihak menerima dan saling memaafkan, termasuk anak-anaknya. Alhamdulillah masalah ini tidak menjadi besar," ujarnya.

Masdiono menjelaskan akar persoalan hanya berupa keisengan yang berujung kesalahpahaman.

"Berawal dari keisengan anak-anak yang menendang botol hingga mengenai temannya. Setelah itu terjadi kesalahpahaman," katanya.

Masdiono juga menyoroti cepatnya penyebaran informasi di media sosial. Menurutnya, video yang direkam warga langsung diunggah tanpa konfirmasi mengenai kronologi sebenarnya sehingga memunculkan narasi penyerangan dan aksi balas dendam antarpelajar.

Padahal, hasil klarifikasi bersama menunjukkan informasi tersebut tidak terbukti.

"Hasil mediasi menunjukkan bahwa persoalan ini hanya kesalahpahaman dan termakan isu yang berkembang di media sosial. Tidak ada penyerangan maupun pembalasan seperti yang ramai diberitakan," ungkapnya.

Sebagai evaluasi, sekolah akan memperkuat pembinaan terhadap peserta didik agar kejadian serupa tidak terulang. Salah satu langkah yang disiapkan ialah menyediakan layanan pengaduan secara daring bagi siswa.

Layanan tersebut diharapkan memudahkan siswa melaporkan persoalan yang dihadapi tanpa harus merasa sungkan menyampaikannya kepada guru.

"Ini menjadi pembelajaran bagi kami. Ke depan kami akan menyediakan layanan aduan online sehingga siswa bisa lebih mudah menyampaikan permasalahan kepada guru BK maupun guru lainnya," kata Masdiono.

Lombok Tengah

Keributan Antarsekolah

Praya

Tawuran

Polres Lombok Tengah juga memastikan pengamanan di lingkungan sekolah akan terus ditingkatkan, terutama saat jam masuk dan pulang sekolah yang dinilai rawan terjadi gesekan antarpelajar.

Lalu Brata mengatakan patroli rutin akan diperbanyak, baik di kawasan sekolah maupun titik-titik yang menjadi pusat aktivitas masyarakat. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.

"Ke depan kami akan terus meningkatkan patroli secara intens, baik di sekolah maupun lokasi yang menjadi pusat kegiatan masyarakat sehingga situasi di wilayah Lombok Tengah tetap aman dan kondusif," ujarnya.

Polisi menegaskan hasil pemeriksaan menunjukkan insiden tersebut hanya melibatkan siswa dari satu sekolah. Dengan demikian, isu mengenai keterlibatan beberapa sekolah dipastikan tidak benar.

Mediasi yang menghasilkan kesepakatan damai diharapkan menjadi penyelesaian akhir atas persoalan tersebut. Kepolisian, sekolah, dan keluarga juga mengimbau para pelajar mengedepankan dialog dalam menyelesaikan persoalan serta tidak mudah terprovokasi informasi yang belum terverifikasi di media sosial.

Lombok Tengah

Keributan Antarsekolah

Praya

Tawuran