LOMBOK TIMUR, KOMPAS.com – Video yang memperlihatkan seekor sapi dibawa menyusuri jalur pendakian Gunung Rinjani kembali viral di media sosial.
Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) menegaskan peristiwa itu bukan kejadian baru, melainkan terjadi sekitar satu tahun lalu dan melanggar standar operasional prosedur (SOP) pendakian.
Video tersebut diunggah ulang akun Instagram @pendakilawas dan memperlihatkan seekor sapi kesulitan menaiki tangga di salah satu jalur pendakian.
Dalam rekaman itu, beberapa orang tampak berupaya menarik sapi menggunakan tali, sementara hewan tersebut beberapa kali terpeleset.
Unggahan itu menyebut sapi dibawa melalui jalur Torean sebagai persediaan logistik konsumsi untuk rombongan pendaki. Namun, karena medan yang terjal dan berbatu, perjalanan dihentikan di kawasan Cikararat atau Goa Susu.
Sapi kemudian disebut disembelih di lokasi dan dagingnya diolah untuk konsumsi rombongan.
TNGR: Langgar SOP Pendakian
Kepala Subbagian Tata Usaha Balai TNGR Astekita Ardiaristo mengatakan, membawa hewan ternak ke kawasan konservasi bertentangan dengan aturan yang berlaku.
"Kita menyayangkan kejadian itu, karena hal itu melanggar SOP konservasi kawasan. Dalam SOP pendakian tidak diperbolehkan membawa hewan ternak atau hewan peliharaan," kata Astekita saat dikonfirmasi, Senin (27/7/2026).
Menurut dia, aturan tersebut juga melarang penyembelihan hewan di dalam kawasan taman nasional.
Larangan itu diberlakukan untuk menjaga kelestarian ekosistem, mencegah pencemaran lingkungan, dan melindungi kawasan konservasi.
"Apa masuk akal bawa sapi buat makan pendaki? Kan tidak mungkin itu. Kalau kita sesuai SOP tidak memperkenankan hal atau tindakan tersebut," ujarnya.
Astekita menilai tindakan membawa sapi hingga disembelih di jalur pendakian berpotensi menimbulkan persoalan kebersihan dan lingkungan.
"Membersihkannya perlu air, belum lagi kotoran atau bekas potongannya, ayam sekalipun," katanya.
Ia juga menyebut hampir seluruh tracking organizer (TO) pendakian Rinjani tidak menyetujui tindakan tersebut.
Tuai Kecaman di Media Sosial
Video itu memicu ribuan komentar di media sosial. Sebagian besar warganet mengecam tindakan membawa sapi ke jalur pendakian dan menilai perlakuan tersebut tidak manusiawi terhadap hewan.