BADUNG, KOMPAS.com – Polisi meluruskan informasi mengenai video perkelahian dua perempuan di kawasan Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali, yang viral di media sosial.
Menurut polisi, perkelahian tersebut dipastikan bukan dipicu perebutan antrean jagung bakar seperti narasi yang beredar.
Video itu memperlihatkan dua perempuan terlibat adu fisik di depan sebuah lapak jagung bakar. Sejumlah orang di sekitar lokasi terlihat menyaksikan perkelahian tersebut.
Dalam unggahan yang beredar, disebutkan perkelahian terjadi pada Minggu (2/8/2026) dan melibatkan dua warga negara asing (WNA). Namun, polisi memastikan informasi tersebut tidak sepenuhnya benar.
Pejabat Sementara (Ps) Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, mengatakan peristiwa tersebut terjadi di depan sebuah bar di Jalan Pantai Batu Bolong, Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Badung.
Menurut Ayu, perkelahian itu terjadi sekitar dua pekan sebelum video tersebut viral.
"Kejadian tersebut terjadi kurang lebih dua minggu lalu sekitar pukul 03.00 Wita," kata Ayu saat dikonfirmasi, Senin (3/8/2026).
Bukan rebutan antrean jagung bakar
Ayu juga meluruskan informasi mengenai kewarganegaraan kedua perempuan yang terlibat. Menurut dia, salah satu perempuan merupakan WNA, sedangkan lainnya WNI.
Meski demikian, polisi belum mengetahui identitas kedua perempuan tersebut.
Polisi telah meminta keterangan dari Safarudin, pedagang jagung bakar yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Menurut Ayu, berdasarkan keterangan Safarudin, perkelahian tersebut terjadi secara tiba-tiba di depan lapak dagangannya.
"Saksi menerangkan bahwa kejadian tersebut tiba-tiba terjadi di depan dagangannya dan tidak ada hubungannya dengan perebutan jagung bakar," ujar Ayu.
Safarudin juga mengaku tidak mengetahui identitas maupun asal-usul kedua perempuan yang terlibat perkelahian. Saat kejadian, ia hanya berusaha melerai keduanya.
Berdasarkan keterangan saksi, perkelahian berlangsung singkat. Tidak ada pihak yang diketahui mengalami luka akibat kejadian tersebut.
Ayu mengatakan polisi hingga kini belum menerima laporan dari WNA maupun WNI yang terlibat dalam perkelahian tersebut.