Utut Adianto Sebut Manajer Kopdes Dilatih Militer agar "Menikah dengan Tugas", Tak Cuma Jaga Koperasi

Utut Adianto Sebut Manajer Kopdes Dilatih Militer agar "Menikah dengan Tugas", Tak Cuma Jaga Koperasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Komisi I DPR Utut Adianto mengatakan, para calon manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih harus memiliki jiwa kesatria dan kedisiplinan yang mendekati titik nadir, sehingga dilatih militer.

Utut menekankan, para calon manajer itu tidak hanya akan menjaga koperasi saja begitu menyelesaikan pendidikannya.

"Kedisiplinan, tata nilai, dan satu lagi sikap kesatria. Saya bilang... Jadi bukan sekadar jaga koperasi, kata beliau yang paling penting adalah kita menanamkan value tata nilai. Kedua, disiplin, disiplin juga mendekati titik nadir. Dan terakhir membentuk jiwa kesatria. Jiwa kesatria itu apa? Menikah dengan tugas," ujar Utut di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (1/7/2026).

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Laksono mengatakan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) melakukan upaya-upaya untuk menyempurnakan program Kopdes Merah Putih yang sangat mulia.

Dave menyebut, Kopdes Merah Putih nantinya akan memiliki dampak besar bagi pertumbuhan mikro dan makro ekonomi.

"Program ini memiliki niatan yang akan memiliki dampak yang besar terhadap pertumbuhan mikro dan makro ekonomi nasional dan maka itu program ini harus dijalankan secara baik agar tidak memiliki dampak yang buruk kepada citra pemerintah dan juga kepada niatan-niatan tulus yang didorong oleh Presiden Prabowo," imbuh Dave.

Kronologi 5 calon manajer Kopdes meninggal

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemenhan, Mayjen TNI Ketut Gede Wetan menjelaskan kronologi meninggalnya 5 calon manajer Kopdes Merah Putih.

Pertama, Nola Dya Sari, peserta dari Satuan Pendidikan (Satdik) Dodik Bela Negara Kalimantan, yang meninggal pada Jumat (26/6/2026).

Nola masih mengikuti kegiatan pembelajaran di kelas tanpa menunjukkan keluhan kesehatan sebelum dinyatakan meninggal dunia.

"Pada Jumat, 26 Juni 2026, almarhumah mengikuti kegiatan pembelajaran sosiologi dan teknik perkebunan di dalam kelas tanpa keluhan kesehatan," kata Ketut.

Namun sekitar pukul 18.45 WIB, Nola mulai mengeluhkan sesak napas yang disertai badan terasa panas.

Tim kesehatan satuan pendidikan kemudian segera memberikan penanganan awal sebelum merujuk Nola ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Singkawang.

Pada pukul 19.20 WIB, Nola tiba di IGD dan langsung menjalani pemeriksaan serta penanganan medis.

Setelah kondisinya distabilisasi, tim medis memutuskan merujuknya ke RSUD Abdul Aziz Singkawang untuk mendapatkan penanganan yang lebih komprehensif.

Sekitar pukul 20.20 WIB, Nola tiba di rumah sakit tersebut dan langsung ditangani oleh tim medis.

Nikmati Fitur Lengkap KARIN dengan KOMPAS.com PLUS

Dapatkan lebih banyak kuota, pahami berita lebih cepat, dan gali konteks mendalam dari artikel KOMPAS.com.