WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeklaim Perdana Menteri Inggris Andy Burnham berjanji akan membuka Laut Utara (North Sea) untuk pengeboran minyak baru.
Klaim itu, menurut Trump, disampaikan Burnham dalam percakapan telepon pertama mereka setelah Burnham menjabat sebagai perdana menteri.
Berbicara kepada wartawan di Ruang Oval, Gedung Putih, Rabu (29/7/2026), Trump mengatakan bahwa Inggris akan menjadi negara yang sangat kaya apabila membuka lebih banyak pengeboran minyak di Laut Utara.
Presiden ke-47 AS itu mengaku sempat menyampaikan pandangannya kepada Burnham dalam percakapan pertama mereka.
"Jika Inggris memanfaatkan Laut Utara, negara itu akan menjadi negara yang sangat kaya. Saya tidak bisa cukup menekankan hal itu. Pria baru itu, ketika saya berbicara dengannya, mengatakan, dia akan membuka Laut Utara," kata Trump, yang dikutip The Telegraph.
Burnham diperkirakan tak akan terbitkan izin baru
Meski demikian, kebijakan pemerintah Burnham diperkirakan tidak sepenuhnya sejalan dengan klaim Trump.
Burnham diperkirakan tetap mempertahankan janji manifesto Partai Buruh pada 2024 untuk tidak menerbitkan izin baru pengeboran minyak dan gas di Laut Utara.
Namun, pemerintahannya diyakini akan tetap memberikan persetujuan terhadap pengembangan ladang minyak Rosebank dan Jackdaw karena kedua proyek tersebut telah mengantongi izin sebelumnya.
Apabila Burnham tidak memperluas penerbitan izin pengeboran baru, ia berpotensi berselisih pandangan dengan Trump, yang selama ini mendorong kebijakan eksplorasi energi yang lebih agresif.
Sebelumnya, Trump juga berulang kali mengkritik mantan Perdana Menteri Sir Keir Starmer karena menolak memperluas pengeboran minyak dan gas di Laut Utara.
Trump singgung isu imigrasi
Selain membahas energi, Trump juga sempat menyinggung persoalan imigrasi saat berbicara dengan Burnham.
Menurut Trump, ia memperingatkan Burnham bahwa imigrasi merupakan persoalan yang harus segera ditangani.
"Saya menyinggungnya secara singkat. Dia harus membahasnya karena itu sedang membunuh negara Anda," ujar Trump.
Trump juga mengkritik kebijakan imigrasi pemerintahan Starmer. Ia mengeklaim bahwa migran datang ke Inggris dan Eropa dari berbagai kawasan dunia, termasuk Afrika, Amerika Selatan, dan Asia, serta menyebut arus migrasi tersebut sebagai sebuah "invasi".
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang