JawaPos.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan masih membuka peluang terakhir bagi Iran untuk mencapai kesepakatan diplomatik sebelum Washington mengambil tindakan militer yang lebih keras.
Pernyataan itu disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan kedua negara terkait penguasaan dan keamanan Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi urat nadi perdagangan energi dunia.
Trump menegaskan opsi militer terhadap Iran masih berada di atas meja. Namun, menurutnya, pemerintahan AS tetap memilih memberikan kesempatan terakhir kepada Teheran untuk menghindari eskalasi konflik yang lebih luas.
"Saya ingin memberi mereka setiap kesempatan terakhir sebelum tindakan militer yang menargetkan kepemimpinan mereka. Sangat sulit melakukan apa yang telah kami rencanakan, yang masih tetap direncanakan," kata Trump kepada wartawan, dikutip via ANTARA.
Ia menambahkan bahwa keputusan untuk melancarkan operasi militer bukanlah langkah yang mudah.
"Kita lihat saja apa yang akan terjadi, tetapi itu adalah hal yang sangat, sangat berat untuk dilakukan. Saya sangat bangga karena saya akan memberi banyak pihak sebuah kesempatan," lanjutnya.
Ketegangan AS-Iran Kembali Memanas
Pernyataan Trump muncul setelah hubungan Washington dan Teheran kembali memburuk meski sebelumnya kedua negara sempat menyepakati nota kesepahaman untuk mengakhiri konflik yang dimulai pada 28 Februari.
Pada 18 Juni, kedua pihak menandatangani kesepakatan tersebut sebagai upaya meredakan ketegangan. Namun situasi berubah drastis ketika pada 8 Juli Trump menyatakan gencatan senjata sudah tidak lagi berlaku.
Sejak saat itu, Amerika Serikat kembali melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran. Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyebut operasi militer tersebut dilakukan sebagai respons atas tindakan Iran terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.
JawaPos.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan masih membuka peluang terakhir bagi Iran untuk mencapai kesepakatan diplomatik sebelum Washington mengambil tindakan militer yang lebih keras.
Pernyataan itu disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan kedua negara terkait penguasaan dan keamanan Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi urat nadi perdagangan energi dunia.
Trump menegaskan opsi militer terhadap Iran masih berada di atas meja. Namun, menurutnya, pemerintahan AS tetap memilih memberikan kesempatan terakhir kepada Teheran untuk menghindari eskalasi konflik yang lebih luas.
"Saya ingin memberi mereka setiap kesempatan terakhir sebelum tindakan militer yang menargetkan kepemimpinan mereka. Sangat sulit melakukan apa yang telah kami rencanakan, yang masih tetap direncanakan," kata Trump kepada wartawan, dikutip via ANTARA.
Ia menambahkan bahwa keputusan untuk melancarkan operasi militer bukanlah langkah yang mudah.
"Kita lihat saja apa yang akan terjadi, tetapi itu adalah hal yang sangat, sangat berat untuk dilakukan. Saya sangat bangga karena saya akan memberi banyak pihak sebuah kesempatan," lanjutnya.
Ketegangan AS-Iran Kembali Memanas
Pernyataan Trump muncul setelah hubungan Washington dan Teheran kembali memburuk meski sebelumnya kedua negara sempat menyepakati nota kesepahaman untuk mengakhiri konflik yang dimulai pada 28 Februari.
Pada 18 Juni, kedua pihak menandatangani kesepakatan tersebut sebagai upaya meredakan ketegangan. Namun situasi berubah drastis ketika pada 8 Juli Trump menyatakan gencatan senjata sudah tidak lagi berlaku.
Sejak saat itu, Amerika Serikat kembali melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran. Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyebut operasi militer tersebut dilakukan sebagai respons atas tindakan Iran terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.