Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump membatalkan rencana penerapan tarif sebesar 20 persen terhadap setiap kapal yang membawa kargo melalui Selat Hormuz dan menyatakan sejumlah negara Teluk akan menggantinya dengan investasi besar ke Amerika Serikat.
Trump Pilih Investasi Dibanding Tarif
Trump mengatakan Bahrain, Kuwait, dan Arab Saudi akan mengucurkan investasi dengan "uang yang sangat banyak" ke Amerika Serikat sebagai pengganti kebijakan tarif lintas Selat Hormuz.
“Saya pikir hal itu justru lebih baik,” kata Trump kepada wartawan di Kantor Oval Gedung Putih.
“Tidak adil kalau kami harus menjaga selat itu untuk seluruh dunia, untuk China dan yang lainnya. Saya tak mempermasalahkan harus melakukannya untuk China atau untuk yang lainnya, tetapi tak adil kalau kami tidak mendapat imbalan apapun,” ungkapnya.
Sebelumnya pada Senin, Trump mengumumkan rencana memungut tarif sebesar 20 persen dari nilai kargo setiap kapal yang melintasi Selat Hormuz bersamaan dengan kebijakan pemblokadean lalu lintas maritim dari dan menuju pelabuhan Iran.
Ketegangan di Selat Hormuz Masih Berlanjut
Pengumuman tarif tersebut disampaikan di tengah upaya pemerintah Amerika Serikat menjaga jalur pelayaran strategis itu tetap terbuka serta mencegah Iran memungut bea lintas bagi kapal yang melintas.
Aktivitas pelayaran di Selat Hormuz juga dilaporkan belum pulih sepenuhnya sejak perang Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang berlangsung sejak akhir Februari.
Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) pada Selasa menyatakan blokade terhadap Iran masih berlangsung dan serangan militer Amerika Serikat telah memasuki hari keempat berturut-turut.
Amerika Serikat dan Iran sebelumnya menandatangani kesepakatan perdamaian awal pada pertengahan Juni yang mengatur pembukaan kembali Selat Hormuz serta perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari, namun saling serang dalam beberapa hari terakhir memunculkan keraguan terhadap keberlangsungan perjanjian tersebut.