Terjun ke Laut Saat KMP Mutiara Sentosa 2 Terbakar, Bambang Kehilangan Jejak Kakaknya

Terjun ke Laut Saat KMP Mutiara Sentosa 2 Terbakar, Bambang Kehilangan Jejak Kakaknya

SURABAYA, KOMPAS.com - Ratusan penumpang KMP Mutiara Sentosa 2 tiba di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Senin (3/8/2026) dini hari, setelah dievakuasi menggunakan Kapal Meratus Pematang Siantar, satu dari delapan kapal yang membantu proses evakuasi.

Salah seorang penumpang asal Tulungagung, Bambang mengungkapkan, dirinya berangkat bersama lima orang untuk mengirim barang. Namun, ketika proses evakuasi berjalan, keberadaan kakaknya belum diketahui.

"Kakak saya belum tahu kabarnya," kata Bambang di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Senin (3/8/2026).

Bambang mengatakan mereka terjun ke laut secara bergantian sehingga dia tidak mengetahui apakah kakaknya berhasil naik ke kapal evakuasi lain atau masih dalam proses pencarian.

Hingga tiba di Pelabuhan Tanjung Perak, dia masih menunggu kepastian mengenai keberadaan kakaknya.

Detik-detik Kapal Terbakar

Bambang menceritakan, asap pertama kali terlihat dari bagian bawah kapal. Api kemudian menjalar ke bagian tengah hingga membuat penumpang bergerak ke bagian depan kapal.

"Dari tengah-tengah sudah kelihatan apinya, otomatis larinya ke depan semua," kata Bambang.

Ia mengatakan penumpang sempat bertahan di atas kapal ketika api mulai membesar. Setelah api menjalar ke bagian depan, penumpang mulai meninggalkan kapal dengan terjun ke laut.

"Ya, lumayan lama itu. Begitu api menjalar ke depan, baru pada meloncat semuanya itu," ujarnya.

Setelah terjun ke laut, para penumpang menunggu pertolongan dari kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi. Bambang memperkirakan mereka mengapung selama sekitar tiga jam sebelum dievakuasi.

"Ada kalau tiga jam, sampai diselamatkan oleh kapal yang ada di sekitar situ," kata Bambang.

Menurut Bambang, penumpang mendapat pelampung saat proses evakuasi. Mereka kemudian menunggu kapal lain mendekat untuk memberikan pertolongan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang