Terjaring Razia ODOL di Samarinda, Sopir Truk Curhat Tarif Angkut, Solar Hingga Cicilan

Terjaring Razia ODOL di Samarinda, Sopir Truk Curhat Tarif Angkut, Solar Hingga Cicilan

SAMARINDA, KOMPAS.com – Di tengah deretan truk yang dihentikan petugas dalam razia kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL) di kawasan Stadion Palaran, Samarinda, Kamis (2/7/2026), Rizal (31) hanya bisa menyaksikan muatan kernel sawit di bak truknya diperiksa.

Petugas menemukan muatan yang dibawanya melebihi kapasitas kendaraan.

Truk yang seharusnya mengangkut sekitar tujuh ton itu membawa muatan sekitar 12 ton.

Rizal tak membantah bahwa truk yang dikemudikannya melanggar aturan.

Namun, menurutnya, membawa muatan berlebih bukan semata-mata keinginan sopir, melainkan karena tekanan ekonomi yang semakin berat.

"Kalau ongkosnya sesuai, kami juga enggak bakal muat sampai segini. Tidak ada yang mau susah di jalan," kata Rizal.

Hampir setiap hari ia menempuh perjalanan pulang pergi dari Kota Bangun ke Samarinda.

Sekali perjalanan, truk yang dikendarainya menghabiskan sekitar 65 hingga 70 liter solar.

Ia mengaku kerap membeli solar eceran dengan harga sekitar Rp 17.000 hingga Rp 18.000 per liter. Sehingga bahan bakar untuk pulang pergi sekitar Rp 1 juta.

Menurut Rizal, tarif angkut yang diterimanya sekitar Rp 200.000 per ton.

Setelah dipotong biaya solar, pendapatan yang tersisa sekitar Rp 500.000. "Itu belum makan, belum untuk keluarga di rumah," ujarnya.

Harus Pikir Cicilan Truk

Pria berusia 31 tahun itu masih harus membayar cicilan truk yang ia beli secara kredit dengan tenor tiga tahun dan kini baru berjalan sekitar satu setengah tahun.

"Kalau hasil tidak cukup, mobil bisa ditarik leasing," katanya.

Ia berharap pemerintah tidak hanya menertibkan kendaraan yang kelebihan muatan, tetapi juga memperhatikan besaran ongkos angkut yang diterima para sopir.

Menurutnya, apabila muatan harus dikurangi sesuai ketentuan, tarif angkutan juga perlu disesuaikan agar biaya operasional tetap tertutup. "Kalau muat lima ton misalnya, ongkosnya harus disesuaikan. Kalau tidak, beli solar saja enggak cukup," katanya.