Targetkan ke Piala Dunia, Indonesia Harus Perkuat Pembinaan Usia Muda

Targetkan ke Piala Dunia, Indonesia Harus Perkuat Pembinaan Usia Muda

KOMPAS.com - Pergelaran Piala Dunia 2026 seharusnya bisa menjadi panggung Timnas Indonesia untuk merasakan atmosfer turnamen sepak bola paling prestisius di dunia.

Namun, harapan itu kandas setelah langkah skuad Garuda terhenti di ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.

Meski kecewa, harapan masyarakat akan masa depan sepak bola nasional tetap menyala.

WOSPAC (World Sport Academy) Indonesia memaparkan solusi jangka panjang melalui penguatan pembinaan usia dini dan pengembangan talenta berkelanjutan.

CEO WOSPAC Indonesia, Benhard Sitorus, mengungkapkan bahwa Indonesia sejatinya tak kekurangan pemain berbakat.

Hanya saja, butuh akademi dan turnamen profesional yang sesuai dengan perkembangan sepak bola modern untuk membangun fondasi jangka panjang demi melahirkan calon pesepak bola berbakat di masa depan.

"Fondasi tim yang solid dan potensi pemain muda menjadi modal penting bagi kemajuan sepak bola Indonesia. Dengan perencanaan yang tepat, sinergi, serta dukungan seluruh pihak terkait, Timnas Indonesia memiliki peluang besar untuk bersaing di level internasional," kata Benhard dalam keterangannya, Kamis (25/6/2026).

Benhard mengungkapkan rencana tersebut dalam webinar nasional bertajuk Piala Dunia dan Masa Depan Sepak Bola Indonesia, Rabu (24/6/2026).

Diskusi tersebut digagas Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia (RI), Lestari Moerdijat, melalui Forum Diskusi Denpasar 12, Edisi ke-280 dan menghadirkan sejumlah tokoh sepak bola nasional.

Menurut Benhard, kualitas pembinaan usia muda akan menentukan arah prestasi dan masa depan sepakbola nasional. 

"WOSPAC hadir bukan untuk mengubah metodologi lokal, melainkan membawa talenta Indonesia langsung ke pusat ekosistem sepak bola terbaik di dunia," tutur Benhard.

Pelatihan Performa Tinggi dan Pembentukan Mental

Program yang diterapkan dengan menggabungkan pelatihan sepak bola performa tinggi, pendidikan formal internasional serta integrasi pendidikan Tanah Air, dan pembentukan karakter dan mental pemain.

Selain itu, para peserta juga akan dibekali keterampilan komunikasi dan kepercayaan diri. Pola pikir profesional dan kemandirian turut ditanamkan sebagai bekal untuk berkarier di level global.

Saat ini, WOSPAC Indonesia fokus memberangkatkan anak-anak usia 13-14 tahun ke Spanyol.

Usia tersebut dinilai cukup untuk berkompetisi di Eropa dan mengejar kesempatan homegrown player setelah menempuh pembinaan selama tiga tahun.