JAKARTA, KOMPAS.com - Linda, istri dari Andriyono, petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur yang meninggal saat memadamkan kebakaran tumpukan sampah di TPA Dukuh, Kramat Jati, mengenang suaminya sebagai sosok yang bertanggung jawab akan segala hal.
Di matanya, Andri bukan hanya seorang aparatur negara, tetapi juga suami dan ayah yang selalu menempatkan keluarga serta tugasnya sebagai prioritas.
Selama hidup bersama, Linda mengenal suaminya sebagai pribadi yang mengutamakan keluarga, menyayangi orangtuanya, dan berdedikasi tinggi terhadap profesinya sebagai petugas pemadam kebakaran.
"Buat saya, sosok suami saya ini ya, pertama orangnya tanggung jawab. Tanggung jawabnya luar biasa buat keluarga, apalagi pekerjaan ya. Terutama orangtua, dia sayang banget sama mamanya," ujar Linda kepada Kompas.com di rumah duka di Jalan Haji Baping, Ciracas, Hajarta Timur, Senin (3/8/2026).
Di balik pembawaannya yang pendiam, Linda mengatakan Andri merupakan ayah yang sangat dekat dengan anak-anaknya.
Setiap berada di rumah, ia selalu menyempatkan diri bercanda dan menghabiskan waktu bersama mereka.
"Emang kalau dilihat sekilas Bapak orangnya pendiam. Cuma kalau buat keluarga, buat anak ya, apalagi anak, istimewalah. Dia ayah yang paling istimewa, luar biasa. Masih bercanda biasa sama anak," kata Linda.
Linda mengungkapkan, suaminya memiliki riwayat penyakit jantung sejak Desember tahun lalu dan sempat menjalani pemasangan ring.
Meski demikian, kondisi Andri dinilai baik saat berangkat bekerja untuk memadamkan kebakaran sampah di TPA Kramat Jati pada Sabtu (1/8/2026).
"Berangkat kerja kemarin itu sehat. Sarapan, minum obat biasa. Ya memang tugas sudah tugas ya dan sudah takdir suami saya harus meninggal di TKP," ucap Linda.
Menurut Linda, dedikasi suaminya terhadap profesi sebagai petugas pemadam kebakaran sudah tertanam sejak lama.
Andri selalu menganggap keselamatan masyarakat sebagai prioritas, meski harus menghadapi risiko besar.
"Dia bilang, 'Jadi orang pemadam itu tanggung jawabnya besar. Ya ada api, kita maju. Walaupun saya sakit, sudah tugas saya padamin api buat masyarakat. Apalagi sebelah rumah-rumah, kalau bisa jangan sampai rumah yang lain kena'," tutur Linda mengenang pesan suaminya.
Linda juga mengaku baru mengetahui dari rekan-rekan suaminya bahwa Andri pernah mengutarakan keinginan meninggal dunia saat menjalankan tugas pemadaman.
"Kalau masalah itu (meninggal saat tugas) dia enggak pernah cerita. Saya baru tahunya dari temannya juga. Katanya Bapak pernah bilang pengin meninggal di waktu pemadaman," ujar Linda.