Tangga JPO di Depan DPR Dibongkar, Pejalan Kaki Harus Memutar 1 Kilometer untuk Menyeberang

Tangga JPO di Depan DPR Dibongkar, Pejalan Kaki Harus Memutar 1 Kilometer untuk Menyeberang

JAKARTA, KOMPAS.com - Hilangnya akses anak tangga pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di depan Gedung DPR/MPR RI membuat pejalan kaki kesulitan menyeberangi Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat.

Akibatnya, warga harus menempuh jarak lebih jauh untuk mencari akses penyeberangan terdekat, yakni melalui JPO di Halte Gerbang Pemuda. Jarak tambahan yang harus ditempuh diperkirakan mencapai lebih dari 1 kilometer.

Kondisi ini dikeluhkan Marcel (34), salah satu pejalan kaki yang menilai fasilitas publik di pusat kota justru kurang mendapat perhatian.

"Ini kan jadinya yang (JPO) terdekat dari sini cuma di Halte Gerbang Pemuda itu. Kalau habis dari sekitar DPR atau habis demo, jadi jalan dulu ke sana jauh buat nyeberang. Lumayan 15 sampai 20 menit kayaknya," keluh Marcel saat ditemui Kompas.com di lokasi.

Menurut Marcel, pembongkaran akses tangga membuat fasilitas yang seharusnya memudahkan mobilitas pejalan kaki tidak lagi dapat dimanfaatkan.

"Menurut saya ya menyayangkan lah, padahal ini kan fasilitas umum di depan Gedung DPR gitu, masa JPO aja enggak bisa dipakai, ini pusat kota padahal, pejabat tiap hari lewat sini," ucapnya.

Ia mengaku kerap menggunakan JPO tersebut saat menuju Gedung DPR dari arah Jalan Letjen S. Parman.

Biasanya, ia turun dari ojek online di bawah JPO lalu melanjutkan perjalanan dengan menyeberang melalui jembatan itu.

Kini, kata Marcel, ia harus memutar lebih jauh untuk mencapai tujuan.

"Kalau muter di Gatsu itu kan jauh, harusnya kalau naik ojol bisa nyeberang aja ke sini, ini jadi enggak bisa, harus muter lagi jauh ke GBK," tuturnya.

Keluhan serupa disampaikan Rosidin (48), pedagang roti yang rutin berjualan di sekitar Gedung DPR RI saat berlangsung aksi unjuk rasa.

Rosidin mengaku kelelahan karena harus berjalan lebih jauh setelah akses tangga JPO dibongkar.

Saat hendak pulang ke rumahnya di Jakarta Timur, ia terpaksa memutar ke arah Gelora Bung Karno (GBK) untuk menyeberang melalui Halte Gerbang Pemuda.

Ia bahkan pernah memilih menyeberang melalui flyover Ladokgi karena tidak ada akses yang lebih dekat.

"Ya kesulitan (tidak ada JPO). Saya pernah balik lagi ke sana (arah GBK) nyeberang di flyover, kan ada trotoarnya di samping, jalan di sana aja, kadang ke JPO halte juga tapi jauh," ucap Rosidin.

Nikmati Fitur Lengkap KARIN dengan KOMPAS.com PLUS

Dapatkan lebih banyak kuota, pahami berita lebih cepat, dan gali konteks mendalam dari artikel KOMPAS.com.