KOMPAS.com - Enzo Maresca mengungkap bahwa dirinya tak akan menyontek taktik Pep Guardiola dalam konferensi pers pertama sebagai pelatih Manchester City.
Pelatih asal Italia, Enzo Maresca bakal menangani Manchester City mulai musim 2026-2027 dan menjadi suksesor Pep Guardiola.
Guardiola sendiri hengkang dari Manchester City pada musim panas 2026, setelah 10 tahun menangani tim.
Seperti dilansir dari Sky Sports, Enzo Maresca mengungkap bahwa dirinya tak ingin sekadar meniru langkah sukses Pep Guardiola.
Sebelumnya, Maresca kerap disebut memiliki taktik yang mirip dengan Pep Guardiola dan sempat terlihat saat menangani Chelsea pada tahun 2024.
Selain itu, pelatih berusia 46 juga sempat menangani tim muda Manchester City sebelum kemudian naik menjadi asisten Pep Guardiola pada musim 2022-2023.
Maresca pun menjadi bagian dari sukses Manchester City mendapatkan treble winners (Liga Champions, Liga Inggris, dan Piala FA).
Namun, mantan pemain Fiorentina ini mengaku bahwa dirinya memiliki pendekatan taktik yang berbeda untuk diterapkan ke Manchester City.
"Setiap manajer itu berbeda, baik dari hari ke hari maupun dalam pendekatannya terhadap pertandingan," ujar Maresca.
Ia mengaku sedang melihat aspek mana dari beberapa konsep yang perlu disesuaikan.
Maresca meyakini kebanyakan manajer tidak akan sekadar melakukan "salin-tempel".
"Pandangan saya mengenai sepak bola berbeda dengan manajer sebelumnya. Itulah sebabnya saya tidak percaya pada metode 'salin-tempel'. Ada identitas yang jelas di klub-klub tempat saya pernah bekerja sebelumnya. Mungkin itulah alasan klub memilih saya; mereka melihat adanya kesamaan konsep dengan pelatih sebelumnya," imbuhnya.
Maresca akui sempat kontak Pep Guardiola
Sebelum menangani Manchester City, Enzo Maresca mengaku sempat berkomunikasi dengan Pep Guardiola.
Ia menyebut, Guardiola perlu menikmati waktu istirahat setelah menjalani tuntutan berat selama bertahun-tahun.
Maresca memahami tekanan yang dihadapi seorang pelatih di klub sebesar Manchester City.
Menurut dia, target utama di klub tersebut tentu saja adalah meraih gelar juara. Namun, ia menilai seorang pelatih juga tidak boleh hanya terpaku pada hasil akhir dan melupakan proses yang harus dijalani.
Maresca mengatakan dirinya merupakan pelatih yang menikmati keseharian dalam pekerjaannya, mulai dari menyiapkan sesi latihan hingga menghabiskan waktu bersama para pemain.
Pelatih asal Italia itu juga menargetkan kesuksesan bersama Man City. Ia berharap bisa kembali mempersembahkan gelar setelah sebelumnya berhasil melakukannya ketika menangani Leicester City dan Chelsea.
"Pada akhirnya, tentu saja, targetnya adalah memenangkan gelar bersama klub ini. Di dua klub sebelumnya, yaitu Leicester dan Chelsea, kami berhasil mewujudkannya dan meraih gelar juara," kata Maresca.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang