LAMPUNG, KOMPAS.com - Seorang pengemudi ojek online (ojol) dibacok pengendara mobil yang tidak terima saat ditegur karena berhenti di tengah jalan.
Akibat peristiwa yang terjadi di Jalan Ir H Juanda, Kecamatan Enggal, Bandar Lampung itu, korban berinisial RH (40) mengalami luka parah hingga mendapat 10 jahitan di telapak tangan kirinya.
Kapolsek Tanjung Karang Barat, AKP Martoyo, mengatakan bahwa pelaku penganiayaan berinisial RW (36) tersebut kini sudah berhasil ditangkap oleh pihak kepolisian.
"Sudah kita tangkap, kita juga mengamankan barang bukti berupa sebilah golok yang digunakan untuk melukai korban," kata Martoyo melalui keterangan tertulis, Minggu (5/7/2026).
Pelaku Emosi dan Keluar Bawa Golok
Dari hasil penyelidikan pihak kepolisian, peristiwa berdarah yang terjadi pada Jumat (3/7/2026) dini hari itu berawal saat korban bersama sejumlah rekan sesama pengemudi ojek online tengah menunggu orderan penumpang di sekitar kawasan Stadion Pahoman.
Sekitar pukul 01.30 WIB, sebuah mobil mendadak berhenti tepat di tengah badan jalan. Saat itu, kondisi mesin dan lampu kendaraan roda empat tersebut diketahui masih dalam keadaan menyala.
Melihat kondisi tersebut berpotensi memicu kecelakaan, korban berusaha membangunkan pengemudi mobil dan memintanya memindahkan kendaraan agar tidak mengganggu pengguna jalan lain yang melintas.
"Namun, teguran itu diduga membuat pelaku tersinggung dan emosi," katanya.
Pelaku yang tercatat sebagai warga Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Sumatera Selatan, diduga kuat langsung naik pitam setelah ditegur oleh korban.
Setelah sempat keluar dari mobil untuk beradu mulut, pelaku kembali masuk ke dalam kendaraannya.
Ia kemudian keluar lagi sambil membawa sebilah golok dan langsung mengayunkannya secara membabi buta ke arah korban serta orang-orang yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Korban Luka 10 Jahitan
Korban yang berusaha menyelamatkan diri dan menghindar tetap terkena sabetan senjata tajam jenis golok tersebut tepat di telapak tangan kiri. Kepanikan pun sempat pecah di lokasi.
Melihat tindakan brutal tersebut, warga bersama pengemudi ojek online lainnya segera bahu-membahu berusaha menghentikan aksi nekat pelaku sambil bergerak cepat menghubungi pihak kepolisian terdekat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang