KEBUMEN, KOMPAS.com – Kepedulian Hj Siti Srimulati terhadap kesejahteraan masyarakat tidak berhenti pada pembangunan Jalan Siti Sudar sepanjang sekitar 2,5 kilometer beserta dua jembatan di Dukuh Grigak, Desa Plumbon, Kecamatan Karangsambung, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.
Di ujung jalan baru tersebut, perempuan lansia ini juga menyiapkan sebuah bangunan rumah singgah yang dapat dimanfaatkan secara gratis oleh warga maupun pengunjung yang sedang melintas.
Bahkan, para petani yang lewat setelah lelah bekerja bisa bebas beristirahat di dalam rumah tersebut.
Rumah singgah itu sengaja dibangun sebagai fasilitas sederhana untuk melepas lelah bagi siapa saja setelah menempuh perjalanan menuju kawasan pertanian maupun perbukitan.
Keberadaan fasilitas ini melengkapi pembangunan infrastruktur jalan tembus hutan yang sebelumnya sukses direalisasikan menggunakan dana pribadi dari keluarga besar H Sudar tersebut.
Saat ditemui di lokasi, Siti Srimulati menjelaskan bahwa bangunan tersebut bukanlah sebuah rumah tinggal mewah seperti yang banyak diperkirakan oleh orang-orang.
Berawal dari Lahan Kebun Biasa
Awalnya, lokasi tempat berdirinya bangunan itu merupakan lahan kebun biasa yang dibelinya beberapa tahun lalu.
Setelah dibeli, ia sempat memanfaatkan lahan tersebut untuk memelihara beberapa ekor kambing.
Namun, hewan ternak miliknya kemudian terserang penyakit sehingga sebagian di antaranya mati dan sisanya terpaksa langsung dijual.
"Ini bukan rumah ya. Jadi saya tidak bikin rumah ceritanya. Ini dulu saya beli bukan rumah, kebun. Terus taruh tempat itu tadi apa? Kambing. Kambing, tapi ternyata kambingnya tidak cocok di sini dan terlalu jauh juga. Dulu kan jalan kaki. Terlalu jauh ya di sini ditinggal. Kira-kira biar aman kan tidak ada yang ambil gitu ya," ujarnya.
Ia menceritakan, semula lahan tersebut memang difokuskan untuk sektor peternakan. Namun, karena akses transportasi menuju lokasi pada saat itu masih sangat sulit dan hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki, usaha tersebut akhirnya tidak dapat berjalan sesuai harapan.
"Ternyata ya Tuhan tidak menghendaki itu ya. Kita jual sebelum mati semua," katanya.
Setelah seluruh proyek pembangunan Jalan Siti Sudar rampung dikerjakan, bangunan yang berdiri di atas lahan kebun tersebut kemudian dialihfungsikan dan ditata rapi sebagai tempat singgah yang nyaman bagi masyarakat.
Menurut Siti Srimulati, rumah singgah itu sama sekali tidak dibangun untuk kepentingan eksklusif pribadi maupun internal keluarga besarnya, melainkan murni sebagai fasilitas umum yang bebas dikunjungi oleh siapa saja tanpa pandang bulu.
"Ya buat apa ya, buat berteduh aja. Rumah singgah ya, rumah singgah. Kalau ada yang pengen tahu ke sini, duduk di situ kan. Ya bisa salat, numpang di sini ya. Ada airnya kan," ujarnya.