TEHERAN, KOMPAS.com - Seorang anggota parlemen garis keras Mahmoud Nabavian mengungkap isi surat rahasia yang diklaim berasal dari Mojtaba Khamenei terkait negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat.
Nabavian menuduh tim perunding Iran telah melampaui mandat yang diberikan dalam pembicaraan dengan Washington.
Dalam wawancara televisi yang kemudian dipotong secara mendadak, Nabavian membacakan apa yang ia sebut sebagai korespondensi rahasia Mojtaba Khamenei.
Menurutnya, surat-surat tersebut menunjukkan ketidakpuasan terhadap hasil negosiasi Iran-AS yang menghasilkan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU).
Nabavian mengeklaim, Mojtaba Khamenei menilai hasil perundingan tidak sesuai dengan syarat-syarat yang sebelumnya ditetapkan untuk melanjutkan negosiasi.
Ia mengutip isi surat yang menyatakan bahwa hasil pembicaraan di Pakistan "sepenuhnya berbeda" dari tujuan dan syarat yang menjadi dasar legitimasi negosiasi, sehingga perundingan seharusnya dihentikan.
11 syarat untuk melanjutkan negosiasi
Menurut Nabavian, seperti dilansir The Telegraph, Senin (22/6/2026), Mojtaba Khamenei telah menetapkan 11 syarat bagi kelanjutan pembicaraan dengan Amerika Serikat.
Syarat-syarat tersebut antara lain mencakup pencabutan sanksi terhadap Iran, pelepasan aset Iran yang dibekukan, pemberian kompensasi oleh Amerika Serikat, pengakuan terhadap hak Iran untuk tetap melakukan pengayaan uranium, serta kedaulatan penuh Iran atas Selat Hormuz.
Nabavian juga mengeklaim bahwa Mojtaba Khamenei menegaskan negosiasi mengenai isu nuklir tidak boleh dimulai sebelum Amerika Serikat mengakui hak Iran untuk melanjutkan program pengayaan uranium.
Menurutnya, isi memorandum yang sedang dibahas dengan Washington tidak memenuhi ketentuan-ketentuan tersebut dan karena itu bertentangan dengan arahan yang diberikan.
Siaran dipotong
Tak lama setelah pernyataan Nabavian disiarkan, program televisi tersebut dipotong secara mendadak.
Penyiar negara Iran kemudian mengumumkan pengunduran diri salah satu pejabat jaringannya serta menyatakan akan menempuh langkah hukum.
Pihak penyiaran menilai pengungkapan dokumen negara yang tidak lengkap melanggar hukum. Mereka juga menyatakan akan mengambil tindakan disipliner terkait kelalaian dalam pengelolaan siaran langsung.
Meski demikian, Nabavian tetap mempertahankan sikapnya. Dalam unggahan di media sosial X, ia mengatakan bahwa dirinya hanya menyampaikan pandangan sang pemimpin mengenai alasan penolakannya terhadap nota kesepahaman Iran-Amerika yang dianggap belum lengkap.
Klaim dibantah
Tuduhan Nabavian segera mendapat bantahan dari pihak yang terlibat dalam proses negosiasi.