Stasiun Pasarnguter Jadi Gerbang Wisata Pasar Jamu Nguter, Naik KA Batara Kresna Cuma Rp 4.000

Stasiun Pasarnguter Jadi Gerbang Wisata Pasar Jamu Nguter, Naik KA Batara Kresna Cuma Rp 4.000

SUKOHARJO, KOMPAS.com - Stasiun Pasarnguter di Kabupaten Sukoharjo menjadi pintu masuk bagi wisatawan yang ingin mengunjungi Pasar Jamu Nguter, salah satu sentra jamu tradisional yang dikenal luas di Indonesia. 

Lokasinya yang berada dekat pasar membuat pengunjung dapat melanjutkan perjalanan dengan mudah untuk menikmati suasana khas kawasan penghasil jamu tersebut.

Akses menuju kawasan ini juga semakin terjangkau karena dapat ditempuh menggunakan KA Batara Kresna relasi Purwosari-Wonogiri dengan tarif hanya Rp 4.000.

Setelah turun di Stasiun Pasarnguter, wisatawan dapat menikmati seduhan jamu tradisional, melihat aktivitas pedagang herbal, hingga mengenal lebih dekat budaya jamu yang telah diwariskan turun-temurun oleh masyarakat Nguter.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, Stasiun Pasarnguter memiliki posisi strategis karena berada di dekat pusat aktivitas ekonomi sekaligus destinasi budaya masyarakat.

"Stasiun Pasarnguter memiliki karakter yang sangat kuat karena terhubung dengan kehidupan masyarakat Nguter. Di sekitar stasiun, ada pasar jamu, perajin, pedagang, keluarga, dan wisatawan yang semuanya menjadi bagian dari perputaran ekonomi daerah. KAI ingin layanan kereta api hadir dekat dengan kebutuhan masyarakat seperti ini," ujar Anne dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Jumat (26/6/2026). 

Naik KA Batara Kresna Cukup Rp 4.000

Perjalanan menuju Stasiun Pasarnguter dapat dilakukan menggunakan KA Batara Kresna yang melayani relasi Purwosari-Wonogiri.

Dengan tarif Rp 4.000, pelanggan dapat menikmati perjalanan dari kawasan perkotaan Solo, melintasi Jalan Slamet Riyadi, hingga memasuki wilayah Sukoharjo yang didominasi hamparan persawahan sebelum tiba di Nguter.

Menurut Anne, kehadiran kereta api tidak hanya memberikan pilihan transportasi yang terjangkau, tetapi juga membuka akses menuju pusat-pusat ekonomi masyarakat.

"Ketika sebuah stasiun berada dekat dengan pusat aktivitas warga, manfaatnya terasa luas. Ada pedagang yang lebih mudah bepergian, keluarga yang memiliki pilihan transportasi terjangkau, dan wisatawan yang dapat menjangkau destinasi lokal dengan lebih praktis. Inilah peran kereta api dalam membuka akses ekonomi skala mikro," kata Anne.

Dekat dengan Sentra Jamu Tradisional

Nguter dikenal sebagai salah satu sentra jamu tradisional yang memiliki sejarah panjang dalam pengolahan tanaman herbal. 

Kawasan ini melahirkan banyak perajin dan pedagang jamu gendong yang kemudian menyebarkan racikan tradisional Jawa ke berbagai daerah.

Di Pasar Jamu Nguter, pengunjung dapat menemukan berbagai bahan herbal, empon-empon, hingga aneka jamu tradisional yang masih diproduksi oleh pelaku usaha lokal.

Momentum pengakuan Jamu Wellness Culture oleh UNESCO sebagai warisan budaya takbenda pada 2023 turut memperkuat posisi Nguter sebagai kawasan yang memiliki nilai budaya sekaligus ekonomi.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kecamatan Nguter Dalam Angka 2025 juga menunjukkan besarnya potensi wilayah tersebut.