JAKARTA, KOMPAS.com – Brow bomber menjadi salah satu perawatan alis yang semakin diminati, karena mampu membuat bulu alis tampak lebih rapi, terangkat, dan bervolume.
Namun, ada anggapan yang beredar di media sosial yang menyatakan bahwa bulu alis pasca brow bomber bisa menjadi keriting. Lantas, benarkah anggapan tersebut?
Founder Ruhee by EVER, Yuliana Nyoto mengatakan, bulu alis yang terlihat keriting atau frizzy setelah brow bomber umumnya disebabkan oleh faktor tertentu, bukan semata-mata akibat prosedur brow bomber itu sendiri.
Benarkah brow bomber bikin alis keriting dan frizzy?
Alis keriting setelah brow bomber bisa disebabkan overprocess
Menurut Yuliana, terdapat dua penyebab utama yang membuat bulu alis tampak keriting atau frizzy setelah menjalani brow bomber. Salah satunya adalah overprocess saat proses pengerjaan.
“Kasus bulu alis yang keriting dan frizzy setelah brow bomber itu disebabkan oleh dua kemungkinan yaitu overprocess dan proses pertumbuhan bulu,” ungkap Yuliana kepada Kompas.com saat ditemui di Ruhee by EVER Pakubuwono, Jakarta Selatan, Kamis (26/6/2026).
Ia menjelaskan, brow bomber menggunakan bahan khusus pada tahap lifting untuk membantu mengarahkan bulu alis sesuai bentuk yang diinginkan. Penggunaan bahan tersebut harus dilakukan dengan waktu yang tepat agar hasilnya optimal.
Apabila cairan lifting didiamkan terlalu lama, struktur bulu alis dapat berubah sehingga memengaruhi tampilan akhirnya.
“Overprocess artinya sewaktu lifting alis, kami akan mengaplikasikan obat untuk bulu alisnya. Kemungkinan besar obat tersebut didiamkan terlalu lama sehingga berefek tidak baik,” jelas Yuliana.
Oleh sebab itu, prosedur brow bomber sebaiknya dilakukan oleh terapis yang memahami teknik dan durasi aplikasi produk sehingga risiko overprocess dapat diminimalkan.
Pertumbuhan bulu alis juga dapat mengubah tampilannya
Selain faktor teknis saat perawatan, Yuliana mengatakan, perubahan bentuk alis juga dapat terjadi secara alami seiring pertumbuhan bulu alis yang baru.
Bulu alis tidak tumbuh lurus ke atas, melainkan memiliki arah pertumbuhan yang cenderung miring dan sedikit berputar.
Kondisi inilah yang terkadang membuat alis terlihat berbeda dibandingkan saat baru selesai menjalani brow bomber.
“Kedua, bisa jadi karena keriting terjadi sewaktu bulu alis tumbuh. Bulu alis itu tumbuhnya tidak lurus, melainkan miring dan memutar. Inilah mengapa alis yang sebelumnya terlihat lurus jadi terkesan keriting,” kata Yuliana.
Menurutnya, perubahan tersebut merupakan bagian dari siklus alami pertumbuhan bulu alis sehingga tidak selalu menunjukkan adanya kerusakan akibat prosedur brow bomber.