JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak, mendorong agar pengelolaan dana haji mengutamakan kemanfaatan, bukan malah menambah beban jemaah haji.
"Terkait dengan keuangan haji, kami tidak ingin dalam posisi memberatkan jemaah. Itu yang paling penting," kata Dahnil usai rapat koordinasi di Gedung Kementerian Haji dan Umrah, Jakarta, Kamis (25/6/2026).
Dia menegaskan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) harus berfokus meningkatkan nilai manfaat dana jemaah, bukan sekadar mengakumulasikan dana.
"Dan kami mendorong badan apa pengelola keuangan haji itu bukan pada upaya mengakumulasikan uang jemaah tapi memberikan kebermanfaatan tinggi untuk jemaah," jelasnya.
"Jadi uang jemaah itu jangan diakumulasikan tapi yang terpenting adalah bagaimana uang jemaah itu terakumulasikan untuk kepentingan mereka lebih besar," lanjutnya.
Pengelolaan setoran awal
Menurut Dahnil, akan lebih baik apabila dana setoran awal yang telah dibayarkan jemaah mampu menghasilkan manfaat yang lebih besar melalui pengelolaan yang optimal.
"Jadi supaya kemudian kalau Rp 25 juta yang sekarang sudah dikumpulkan kemudian BPKH bisa meningkatkan kinerjanya sehingga nilai uang yang diterima jemaah itu bisa lebih besar, itu lebih baik. Jadi jangan dikumpulkan lebih banyak tapi nilai manfaatnya rendah. Jadi kami consern nya mendorong supaya nilai manfaat lebih tinggi gitu," paparnya.
Dahnil mengatakan pemerintah juga akan mendorong penguatan prinsip tersebut dalam revisi Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Keuangan Haji.
Menurutnya, revisi regulasi harus memberikan lebih banyak kemudahan dan manfaat bagi jemaah.
"Kami fokus pada nilai manfaat. Jadi kita lihat nanti di revisinya itu. Malah kami ingin mendorong dalam revisi Undang-Undang itu, gimana kemudian jemaah haji dapat banyak kemudahan dan dapat banyak nilai manfaat, bukan diberatin," katanya.
Ia juga menegaskan pengelolaan dana haji harus dilakukan secara transparan dan akuntabel sesuai arahan Presiden.
"Harus transparan, harus akuntabel itu yang paling penting. Semua uang yang digunakan dari jemaah itu harus bisa dipertanggungjawabkan sepenuhnya untuk haji dan bermanfaat untuk jemaah haji," tegasnya
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarangNikmati Fitur Lengkap KARIN dengan KOMPAS.com PLUS
Dapatkan lebih banyak kuota, pahami berita lebih cepat, dan gali konteks mendalam dari artikel KOMPAS.com.