PADANG, KOMPAS.com - Tim gabungan dari Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI), Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, serta Polresta Padang berhasil membongkar jaringan produksi narkotika jenis sabu skala rumahan (clandestine laboratory).
Laboratorium rahasia ini tersembunyi di sebuah gubuk kawasan terpencil di kaki Bukit Ngalau, Tarantang, Kota Padang, Sumatera Barat.
Penggerebekan yang dilakukan pada Selasa (23/6/2026) tersebut berhasil menghentikan aktivitas produksi gelap yang selama ini disamarkan oleh para pelaku.
"Para pelaku tidak menggunakan gudang besar atau pabrik. Mereka memanfaatkan gubuk di kawasan terpencil untuk mengelabui mata masyarakat dan aparat penegak hukum," Ujar Deputi Bidang pemberantasan BNN RI Brigjen Pol Aswin Sipayung, Kamis (25/6/2026).
Manfaatkan Obat Farmasi dan Belanja Online
Berdasarkan hasil penyelidikan, laboratorium gelap ini diketahui sudah beroperasi sejak tahun 2025.
Modus operandi yang digunakan terbilang rapi dan profesional demi menyembunyikan jejak dari aparat penegak hukum.
Berikut beberapa fakta terkait modus operandi para pelaku, diantaranyanya menggunakan bahan baku obat batuk. Serta pelaku menggunakan proses kimia mandiri.
Bahan baku tersebut kemudian diproses menjadi sabu melalui metode destilasi dengan bantuan berbagai zat kimia serta peralatan laboratorium.
Untuk menghindari kecurigaan, pemesanan bahan kimia, prekursor, hingga alat-alat laboratorium seluruhnya dilakukan secara daring (online) lalu dirakit mandiri di TKP.
Dari penggerebekan ini, petugas mengamankan satu orang tersangka berinisial SES yang bertindak sebagai pemodal sekaligus pembantu produksi.
Sementara itu, dua pelaku lain berinisial SR (berperan sebagai koki/peracik) dan RL (pemasar hasil produksi) masih dalam pengejaran petugas (DPO).
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang