Soal Mahasiswi Diduga Depresi akibat 12 Kali Batal Skripsi, Rektor Undana: Kami Kawal Sampai Lulus

Soal Mahasiswi Diduga Depresi akibat 12 Kali Batal Skripsi, Rektor Undana: Kami Kawal Sampai Lulus

KUPANG, KOMPAS.com – Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana), Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., menjamin seluruh hak akademik JST, mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Undana yang saat ini tengah dirawat di Rumah Sakit Wirasakti Kupang.

JST harus menjalani perawatan medis akibat mengalami depresi dan serangan panik yang diduga dipicu oleh persoalan pembatalan skripsi oleh dosennya.

Didampingi jajaran pimpinan universitas, dekan, ketua program studi, hingga perwakilan mahasiswa, Rektor Undana mengunjungi JST secara langsung pada Sabtu (1/8/2026) untuk memberikan dukungan moril sekaligus memastikan komitmen kelembagaan dalam menyelesaikan permasalahan studi mahasiswi tersebut.

Prof. Jefri menegaskan bahwa pihak kampus memberikan prioritas penuh pada pemulihan kesehatan mental dan fisik JST sebelum melanjutkan proses penulisan tugas akhir.

"Kami meminta supaya keluarga dan adik JST fokus dulu pada pemulihan kesehatannya. Terkait kelanjutan studi dan proses akademik selanjutnya, kami pastikan ke depan adik JST akan memperoleh seluruh haknya," ujar Prof. Jefri saat ditemui di Rumah Sakit Wirasakti Kupang, Sabtu.

Ia menambahkan bahwa universitas telah menyiapkan mekanisme perbaikan prosedur agar kendala akademik serupa tidak terulang kembali.

"Hak untuk menyelesaikan studi tetap akan kami penuhi dengan prosedur yang lebih baik sehingga tidak lagi terjadi hal-hal seperti yang dialami saat ini," kata dia.

Perhatian Langsung dari Menteri Pendidikan Tinggi

Kasus yang menimpa mahasiswi FKM Undana ini juga menarik perhatian pemerintah pusat. Prof. Jefri mengungkapkan, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi bahkan menyempatkan diri untuk berkomunikasi langsung dengan Jesika melalui panggilan video (video call).

Dalam komunikasi tersebut, Menteri memberikan dorongan semangat dan memastikan bahwa pemerintah mendukung penuh penuntasan studi Jesika hingga menyandang gelar sarjana.

"Pak Menteri sudah berkomunikasi langsung melalui video call dengan adik Jesika, menanyakan kesehatannya dan memastikan bahwa Kementerian mendukung penyelesaian studinya hingga menjadi sarjana," jelas Prof. Jefri.

Mengenai perkembangan kondisi kesehatan JST, Prof. Jefri menyebutkan adanya respons positif, meski mahasiswi tersebut masih membutuhkan perawatan intensif. Pihak universitas juga memprioritaskan pemulihan Jesika sebelum melangkah ke tahap pengawalan akademik selanjutnya.

"Kami melihat adik JST sudah sedikit membaik. Masih ada kendala kesehatan, tetapi yang bersangkutan sudah mengatakan bahwa kondisinya lebih baik dibanding hari-hari sebelumnya. Itu yang paling penting bagi kami," ucapnya.

Ia menjelaskan bahwa komunikasi dengan pihak dosen penguji maupun pengelola program studi telah berproses sejak awal persoalan timbul.

"Sebelumnya kami sudah berkomunikasi dengan ibu dosen penguji JST. Pihak fakultas, dosen, dan kaprodi juga sudah berkomunikasi, baik datang langsung maupun melalui telepon dan video call," terang Prof. Jefri.

"Intinya saat ini kami memprioritaskan bagaimana JST bisa sembuh dan pulih. Setelah itu, universitas, fakultas, dan program studi akan mengawal penyelesaian studinya agar dapat diselesaikan sesuai rencana, mulai dari proposal hingga skripsinya," tegas Rektor Undana.